Jembatan Lama Kediri Berulang Tahun ke-151, Jadi Jembatan Besi Tertua di Dunia

Kamis, 19 Maret 2020 05:05 Reporter : Imam Mubarok
Jembatan Lama Kediri Berulang Tahun ke-151, Jadi Jembatan Besi Tertua di Dunia Jembatan Lama Kediri. ©2020 Merdeka.com/Imam Mubarok

Merdeka.com - Pada 18 Maret 2020, Jembatan Lama Kota Kediri atau Brug Over Den Brantas de Kediri berulang tahun ke-151 tahun sejak dioperasikan dan digunakan sebagai jembatan Groote Postweg (Jalan Raya) oleh Kolonial Belanda pada 18 Maret 1869.

Jembatan ini menggunakan konstruksi besi yang dibangun di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai.

"Jembatan di atas Kali Brantas di Kediri adalah jembatan besi yang pertama di Jawa bahkan dunia dan dianggap sebagai adikarya di zamannya oleh seorang insinyur bernama Sytze Westerbaan Muurling. Bahkan lebih tua dari Jembatan Brooklyn salah satu jembatan suspensi tertua di Amerika Serikat. Selesai dibangun tahun 1883, jembatan ini menghubungkan Manhattan dan Brooklyn di New York City melintasi Sungai East," kata Imam Mubarok, budayawan sekaligus penemu Sejarah Jembatan Lama.

Ditambahkan Mubarok, karena sudah menjadi cagar budaya maka pemanfaatan jembatan harus mengacu kepada UU 11/2010 tentang Cagar Budaya dan tidak boleh sembarangan untuk kepentingan pribadi, instansi, partai maupun ormas.

"Semua ada aturannya tidak boleh memasang atau memanfaatkan seluruh bangunan jembatan dengan hal-hal lain baik tulisan, bendera partai, ormas maupun menambah ornamen yang ada hingga mengubah bentuk jembatan," tambahnya.

Data tentang pembangunan jembatan tersebut diperoleh Mubarok dari buku dari Belanda dengan judul "Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek". Olivier Johanes, juga salah satu sumber yang ada di Belanda, yang juga seorang pengamat budaya Indonesia, adalah orang yang membantu menelusuri tentang sejarah panjang jembatan yang hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Sangat dimaklumi sebagai penghubung wilayah barat dan timur Kota Kediri jembatan ini sangat diperlukan. Sebab hanya jembatan ini lah yang sebagai penghubung wilayah Madiun dan Surabaya di kala itu.

Jembatan ini memiliki panjang 160 meter, lebar 5,80 meter dan tinggi dari permukaan air 7,50 meter. Dan ditetapkan sebagai cagar budaya atas penetapan Tim Ahli Cagar Budaya Pemprov Jatim pada 12 Maret 2019 dan ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar pada 18 Maret 2019 bersamaan dengan peresmian Jembatan Brawijaya Kediri.

Baca Selanjutnya: Sejarah Pembuat Jembatan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini