Jelang SBY lengser, kasus gizi buruk muncul di Jambi

Minggu, 17 November 2013 23:11 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Jelang SBY lengser, kasus gizi buruk muncul di Jambi Ilustrasi bayi menangis. ©Shutterstock.com/06photo

Merdeka.com - Masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak lama lagi akan berakhir. Klaim SBY yang menyatakan penurunan tingkat penduduk miskin nampaknya cuma isapan jempol.

Hal itu terbukti kasus anak-anak pengidap gizi buruk kembali muncul. Kali ini peristiwa itu terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, sepanjang 2013 mereka menemukan tiga kasus bayi kurang gizi atau gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ahmad Putra, dan Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Suryadi SP, mengatakan, dua dari tiga bayi dengan gizi buruk itu merupakan warga pindahan dari Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

"Kasus gizi buruk pada balita ini diketahui saat orang tua para bayi memeriksakan kesehatan anaknya," kata Ahmad, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (17/11).

Ahmad mengatakan, salah satu balita yang baru berusia lima bulan saat ditimbang hanya memiliki bobot tubuh 3,4 kilogram. Jauh di bawah berat normal bayi pada usia sama, yakni enam kilogram.

Sementara P, balita berusia dua bulan pindahan dari Kabupaten Muarojambi berjenis kelamin perempuan, berat badannya hanya 2,8 kilogram. Lazimnya, bayi berumur dua bulan memiliki bobot minimal empat kilogram.

Begitu juga dengan AL, balita dari Nias, yang berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan usianya sembilan bulan, tapi berat badannya hanya 4,4 kilogram, dari seharusnya mencapai tujuh kilogram.

Suryadi mengatakan, semua balita ini sudah mendapat bantuan dari dinas kesehatan setempat selama tiga bulan sebesar Rp 300 ribu saban bulan. Bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, tapi asupan gizi berupa racikan Formula F100 yang diberikan secara khusus bagi balita penderita gizi buruk. Selama masa pemberian asupan ini, berat tubuh ketiga balita tersebut berangsur-angsur normal.

"Masalah ini dapat diketahui dengan cepat sehingga tiga balita tersebut cepat mendapatkan penanganan. Dalam tiga bulan masa penanganan, kondisinya akan kembali normal," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gizi Buruk
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini