Jelang New Normal, Pemkot Solo Siapkan Regulasi di Sektor Pendidikan

Kamis, 28 Mei 2020 13:10 Reporter : Arie Sunaryo
Jelang New Normal, Pemkot Solo Siapkan Regulasi di Sektor Pendidikan Pelajar jalani screening suhu tubuh. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah segera menerapkan tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Untuk menyambut itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kini tengah menyiapkan regulasinya. Termasuk rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020 nanti.

"Pemkot Solo tengah menyiapkan regulasi dengan kemungkinan dapat menerapkan new normal di sektor pendidikan pada Juli 2020," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, Kamis (28/5).

Menurutnya, bulan Juli merupakan titik awal pendidikan baru tahun ajaran 2020/2021 dimulai. Sektor pendidikan menjadi paling terdampak pandemi Covid-19. Bahkan siswa terpaksa belajar dan mengerjakan tugas dari rumah via daring selama hampir 3 bulan.

"Sektor pendidikan memang paling terdampak. Kita akan tata ulang lagi pada tahun ajaran baru, bulan Juli nanti," ujarnya.

Ahyani menyampaikan, Pemkot Solo meliburkan sekolah dan mengubah pembelajaran dari tatap muka dengan daring agar para siswa tidak terpapar Covid-19. Namun di lapangan ditemukan adanya siswa yang positif dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

"Temuan kasus ini akan menjadi perhatian khusus dan evaluasi saat new normal pendidikan diterapkan di Solo," terangnya.

Lebih lanjut, Ahyani menjelaskan, pihaknya akan menggodok pedoman-pedoman baru. Apalagi new normal nanti akan dibarengi dengan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Penerapan new normal juga akan disertai tindakan tegas atau sanksi.

"Selama ini protokol kesehatan masih sebatas imbauan. Aturan tegas itu bisa diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali)," tegasnya.

Bentuk sanksi, lanjut Sekda Kota Solo itu, bisa saja dengan hukuman ringan seperti menyapa dan lainnya. Menurut dia, sanksi lebih bersifat sosial dan bukan ranah pidana.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menambahkan, new normal di sektor pendidikan bisa dimulai jika status KLB dicabut. Ia menyebut, saat ini telah menyiapkan infrastruktur dan regulasi untuk kesiapan new normal di sekolah.

"Kalau kita terapkan jaga jarak dalam sekolah ruang guru dan ruang kelas siswa tidak cukup. Bisa saja nanti kita berlakukan 30 persen siswa belajar di rumah dan 70 persen belajar di sekolah. Kita siapkan regulasinya duku," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini