Jelang dihukum mati, Rani Andriani puasa 40 hari

Jumat, 16 Januari 2015 15:18 Reporter : Chandra Iswinarno
Jelang dihukum mati, Rani Andriani puasa 40 hari Lapas Nusakambangan. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Seorang terpidana mati yang akan dieksekusi di Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, Rani Andriani atau Melissa Aprilia menyatakan siap untuk menjalani eksekusi. Pernyataan tersebut disampaikan pendamping rohani Rani, KH Hasan Makarim.

Saat ditemui wartawan ketika hendak menyeberang di Pelabuhan Wijayapura, Hasan mengemukakan selama ini telah mendampinginya selama beberapa waktu terakhir. "Saya melihat anaknya tegar. Dia didampingi juga sama ayah kandung dan saudara perempuannya," ujarnya, Jumat (16/1).

Ia mengemukakan, Rani selama ini menjalankan ibadah puasa 40 hari yang juga dibimbing Hasan. Hasan sendiri mengaku terakhir ikut berbuka puasa dengan Rani didampingi dengan keluarga yang menjenguknya. "Sambil buka puasa, saya juga memberi nasehat juga," jelas Hasan.

Diakui Hasan, selama ini Rani siap dan tegar menghadapi eksekusi. Selain itu, Hasan menggambarkan sosok Rani yang sudah berserah diri menjalani hukuman tersebut. "Nampak keluguan dan kepolosannya. Dan dia pasrah luar biasa," ucap Hasan.

Rani yang berasal dari Cianjur Jawa Barat meminta jenazahnya untuk dimakamkan di samping pusara ibunya yang berada di Cianjur Jawa Barat. Rani divonis hukuman mati karena tuduhan penyelundupan 3,5 kilogram heroin. Rani divonis mati Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Agustus 2000. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Hukuman Mati
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini