Jejak dan Cerita Kedatangan Jokowi di Negara Perang

Rabu, 29 Juni 2022 13:36 Reporter : Supriatin
Jejak dan Cerita Kedatangan Jokowi di Negara Perang Presiden Jokowi menuju Kyiv menggunakan kereta luar biasa. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Mengenakan jas biru lengkap dan dasi merah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninggalkan Indonesia pada Minggu (26/6) pukul 10.36 WIB. Dia melawat ke sejumlah negara di Eropa, salah satunya Ukraina.

Kunjungan Jokowi ini dilakukan di tengah konflik Ukraina-Rusia. Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Kepala Negara menuju Kyiv, Ukraina pada Selasa (28/6) pukul 21.15 waktu setempat. Sebelum memasuki Kyiv, Jokowi terlebih dahulu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman dan melawat ke Polandia selama dua hari.

Usai merampungkan kegiatan di Polandia, Jokowi langsung menuju Kyiv menggunakan kereta api dari peron 4 Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl. Jokowi tak sendirian. Dia didampingi sang istri, Iriana dan rombongan lain.

Kereta yang ditumpangi Jokowi merupakan Kereta Luar Biasa yang disiapkan Pemerintah Ukraina. Kereta yang sama digunakan pula oleh pemimpin negara lain yang berkunjung ke Ukraina beberapa waktu lalu. Jokowi dan rombongan diperkirakan tiba di Kyiv hari ini.

2 dari 2 halaman

Enam Jam di Afghanistan

Kunjungan Jokowi ke negara konflik bukan pertama kali. Pada 29 Januari 2018, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunjungi Afghanistan di tengah situasi keamanan yang tidak kondusif.

Saat itu, ledakan bom mengguncang kawasan kedutaan asing dan gedung pemerintahan di Kabul, Afganistan. Peristiwa itu terjadi dua hari sebelum kedatangan Jokowi. 103 Orang tewas. 235 Lainnya terluka.

Beberapa jam sebelum Jokowi dan rombongan tiba, sekelompok pria bersenjata menyerang pos militer. Posisinya di dekat salah satu akademi militer Afghanistan. Insiden itu menewaskan lima tentara dan melukai 10 lainnya.

Situasi mencekam itu tak menyurutkan niat Jokowi untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Jokowi tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Afganistan, sekira pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 Wib.

Kedatangan Jokowi disambut hujan salju. Pengawalan dilakukan super ketat. Jokowi naik mobil lapis baja. Dua helikopter mengawal iring-iringan dari ketinggian.

Jokowi kala itu menolak menggunakan rompi antipeluru. Padahal, pembantu presiden yang ikut dalam kunjungan kerja itu sudah menyiapkan rompi antipeluru.

"Presiden tidak berkenan memakai rompi antipeluru saat itu," ucap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/1).

Rompi antipeluru yang semula disiapkan untuk Jokowi akhirnya digunakan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden).

Saat berada di sana, Jokowi sempat menjadi Imam salat Zuhur di Afghanistan. Jokowi menjadi Imam dan makmumnya adalah Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani serta para Ulama Afghanistan dan Ulama Nahdlatul Ulama (NU). Jokowi menjadi imam atas permintaan Ashraf Ghani.

Ada kejadian menarik saat kepulangan Presiden dan rombongan dari Afganistan. Dalam pesawat sebelum lepas landas, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI (Mar) Suhartono terlihat sujud syukur.

"Saya memahami kelegaan dan kesyukuran mereka, bahwa enam jam di Kabul dapat kami lewati dengan lancar," kata Jokowi dikutip dari akun facebooknya, Selasa (30/1).

Baca juga:
Potret Korban Gempa di Afghanistan Jalani Hidup Sulit
Ilmuwan Jelaskan Mengapa Banyak Terjadi Gempa Dahsyat di Afghanistan
Taliban Minta Barat Cairkan Aset Beku Setelah Gempa Mematikan Guncang Afghanistan
Gempa Afghanistan, Korban Selamat Gali Reruntuhan dengan Tangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini