Jasad tak dikenali korban Hercules jatuh akhirnya dimakamkan massal

Kamis, 29 Oktober 2015 12:31 Reporter : Yan Muhardiansyah
Jasad tak dikenali korban Hercules jatuh akhirnya dimakamkan massal Korban kecelakaan Hercules C-130 di Medan. ©2015 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Sebanyak 5 jasad utuh dan 22 potongan tubuh yang tidak berhasil dikenali, korban kecelakaan pesawat Lockheed C-130 Hercules milik TNI-AU di Medan, akhirnya dimakamkan, Kamis (29/10). Mereka dikebumikan secara massal di dekat Monumen Mamberamo, Jalan Adi Sucipto, Polonia, Medan.

Lokasi pemakaman itu terletak di seberang Makosek Hanudnas III Medan. Tempat ini merupakan kuburan massal khusus korban kecelakaan pesawat tidak dikenali di Sumatera Utara.

Sudah ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang gagal diidentifikasi dimakamkan di sana. Antara lain korban pesawat Fokker F-28 berjuluk Mamberamo milik maskapai Garuda Indonesia, yang hancur menabrak dinding Gunung Pertektekan, Sumut, pada 11 Juli 1979.

jenazah lain yang dikubur di sana adalah korban kecelakaan pesawat Airbus A300-B4 milik maskapai Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 152, yang jatuh di Desa Buah Nabar, Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, pada 26 September 1997. Lantas ada juga jasad korban kecelakaan pesawat Boeing 737-200 milik maskapai Mandala Airlines bernomor penerbangan RI 091, yang gagal take off dan jatuh serta terbakar, di Padang Bulan, Medan, pada 5 September 2005.

Jenazah korban tak dikenali kecelakaan Hercules C-130 itu diserahkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan, kepada pihak TNI AU buat dibawa ke Lanud Soewondo. Sebelumnya, jenazah telah dimandikan kemudian disalatkan di Masjid Nurul Iman, di kompleks Mako Brimob Polda Sumut.

"Jenazah yang kita serahkan dan akan dimakamkan berjumlah 5 jasad utuh dan 22 body part," kata Kepala RS Bhayangkara Medan, AKBP Farid Amansyah.

Kelima jenazah dan 22 bagian tubuh itu tidak berhasil dikenali. Meskipun ada keluarga yang melaporkan kehilangan, tetapi tidak ada kecocokan setelah dilakukan tes DNA.

Sejauh ini, ada lima penumpang pesawat Hercules nahas itu yang tidak ditemukan. Yaitu Defri, Urai Sri Ramdani, Wan Desfita, Rasia Purba, dan Supiah Irawati. Selain itu, terdapat 2 pegawai sauna tradisional BS Oukup yang juga hilang, yakni Siti Sarah Saragih dan Diah Catur Khairani.

Sejumlah perwakilan keluarga juga hadir di RS Bhayangkara Medan, di antaranya ada yang berasal dari Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

"Ada tujuh keluarga, tiga dari Natuna, satu dari Pontianak, yang lain saya tidak tahu. Putri saya penumpang pesawat, dia mahasiswa," kata Tabrani, ayah dari Urai Sri Ramdania, penumpang asal Natuna.

Karena tidak berhasil dikenali, Tabrani ikhlas menerima jenazah dan bagian tubuh itu adalah kerabat mereka. "Kata dokter mereka sudah berusaha, tapi tetap saja tidak bisa dikenali. Tidak ada yang lain, cuma ini. Yang lain sudah ketemu, tinggal kami yang belum," sambung Tabrani.

Kelima jenazah dan bagian tubuh yang akan dimakamkan ditempatkan pada 7 peti. Dua di antaranya berisi kumpulan potongan tubuh. Setelah disalatkan, pihak TNI AU kemudian membawa ketujuh peti itu ke Lanud Soewondo, untuk diserahkan kepada keluarga, kemudian dimakamkan.

Pesawat Lockheed C-130 Hercules milik TNI AU jatuh di atas kompleks pembangunan ruko Royal Gardenia, dan sauna tradisional BS Oukup, di Jalan Jamin Ginting, Simalingkar, Medan, pada Selasa (30/6) siang. Setelah proses identifikasi di RSUP H Adam Malik Medan, sejumlah jenazah masih tidak dikenali. Proses identifikasi kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan pada Senin (7/7).

Total ada 124 jenazah korban kecelakaan Hercules sudah teridentifikasi dan diambil keluarga. Dari jumlah itu, terdapat 105 penumpang dan 12 awak pesawat. Sisanya merupakan masyarakat yang sedang beraktivitas di lokasi kecelakaan itu, termasuk pekerja di sauna tradisional.

Sebagian besar jenazah penumpang dan awak pesawat itu sudah diterbangkan ke sejumlah daerah. Sementara sisanya diambil keluarga dan dimakamkan di wilayah Sumut dan sekitarnya.

Meski korban yang tidak dikenali sudah dimakamkan massal, tetapi data DNA mereka masih disimpan. "Jika masih ada yang merasa keluarganya jadi korban, kami persilakan datang ke RS Bayangkara Medan untuk diambil DNA-nya," kata Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Pol Setyo Purwanto. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini