Janji kampanye Donald Trump dinilai bahayakan kondisi Indonesia 2017

Kamis, 15 Desember 2016 16:09 Reporter : Supriatin
Janji kampanye Donald Trump dinilai bahayakan kondisi Indonesia 2017 Diskusi media AIPI Political Outlook 2017. ©2016 merdeka.com/titin supriatin

Merdeka.com - Peneliti sosial Dewi Fortuna Anwar memprediksi kondisi dalam negeri pada tahun 2017 mengalami ketidakpastian. Hal itu diakibatkan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump hingga saat ini belum menentukan kebijakannya. Kebijakan Amerika Serikat dinilai sangat mempengaruhi kondisi Tanah Air.

"Saya melihat, 2017 Indonesia dalam kondisi ketidakpastian. Faktor pertama karena kebijakan Trump masih kita tunggu-tunggu," kata Dewi dalam sebuah diskusi di Dieng Room, Hotel Kartika Chandra, Jl. Gatot Soebroto, Kamis, (15/12).

Mantan Wakil Ketua Ilmu Sosial dan Humaniora di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini berharap, kebijakan yang akan dikeluarkan Donal Trump tidak sejalan dengan janji kampanyenya. Seperti diketahui, beberapa janji kampanye Donald Trump cenderung berbau rasis.

"Tapi kalau betul-betul dia jalankan janji kampanye maka akan bermasalah dengan kita di Indonesia," kata Dewi.

Tak hanya pengaruh kebijakan pemerintah Amerika Serikat, Dewi menyebut konflik Arab Saudi dan Iran sedikitnya berdampak pada kondisi Tanah Air pada tahun 2017. Kendati tidak berdampak secara signifikan namun mempengaruhi psikologis masyarakat yang cenderung membenci kelompok Syiah dari Iran.

"Konflik Arab Saudi dan Iran seharusnya kita jangan ikut mewarnai. Apalagi Presiden Jokowi baru saja melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran guna bangun kerja sama ekonomi, semoga tidak ada produser lain yang menduga kunjungan Jokowi ini akan membawa jalan masuk Syiah," jelas Dewi.

Hal lain, lanjut dia, keberadaan kelompok ISIS yang terus melebarkan sayapnya di beberapa negara tetangga. Gerakan ISIS diperkirakan mengganggu keharmonisan di Tanah Air.

"ISIS ini sudah ada di Filipina, Thailand, dan Rakhine State (Myanmar). Khilafah (dasar gerakan ISIS) itu akan mendapat darah segar, berkembang jadi terorisme. Indonesia juga rawan," pungkasnya. [sho]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Donald Trump
  3. Presiden Jokowi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini