Jangan Saling Serang dan Menyalahkan Soal Banjir

Jumat, 3 Januari 2020 14:40 Reporter : Merdeka
Jangan Saling Serang dan Menyalahkan Soal Banjir

Merdeka.com - Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo atau yang akrab disapa Eko Patrio meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersinergi menghadapi masalah banjir. Jangan saling serang pernyataan dan saling menyalahkan.

Pesan itu disampaikan Eko saat menyambangi Posko Pengungsian yang didirikan di Kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur, Jumat (3/1).

"Dalam menangani masalah banjir ini jangan salah-salahan. Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat harus ada komunikasi yang dibangun," kata dia.

Eko didampingi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menyapa dan mendengarkan keluh-kesah para pengungsi. Eko juga memberikan bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan perlengkapan bayi kepada para pengungsi. Menurutnya, saat ini lebih difokuskan pada penanganan pasca banjir.

"Kalau pas banjirnya sudah banyak orang yang bantu. Namun usai banjir orang mungkin sudah tidak fokus lagi memberikan bantuan padahal masalah yang dihadapi pasca banjir tidak kalah berat."

Sejauh ini, terpantau kebutuhan dasar seperti makanan dan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. "Mereka butuh dirangkul. Alhamdulillah lurahnya cekatan semua," jelas dia.

eko patrio kunjungi pengungsian banjir bidaracina

Eko menyarankan agar ada pembagian tugas antara Pemerintah Pusat dan Daerah untuk membereskan masalah dari hulu sampai hilir.

"Ini kan banjir ngga hari ini, udah bertahun-tahun. Per 5 tahun, tahun 2013, 2007, sekarang 2020. Ini kan harus disikapin. Sayang banget kenapa terjadi lagi terjadinya," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Jangan Ada lagi Korban Nyawa

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga meminta hal sama. Semua pihak jangan saling menyalahkan terkait bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Yang diperlukan adalah koordinasi antara Pemerintah Pusat dan daerah.

"Saya tidak ingin ke depannya ada sikap saling menyalahkan antara pusat dengan daerah. Jika perlu, seandainya ada pejabat yang lamban dalam bekerja, bisa diumumkan langsung ke rakyat agar rakyat bisa memberikan penilaian," kata pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Jika musibah banjir tidak juga membuka mata, hati, dan telinga para pejabat dari tingkat pusat hingga daerah, maka siap-siap saja di tahun mendatang kejadian serupa akan kembali terulang.

Karena itu, Pemerintah Pusat harus segera mengajak pemerintah daerah di kawasan Jabodetabek untuk duduk bersama mencari solusi permanen yang mengikat sehingga jangan sampai pusat punya rencana namun tidak didukung daerah.

"Begitupun daerah punya rencana tak didukung pusat. Perencanaan bebas banjir harus dilakukan oleh pusat dan daerah secara bersama-sama. Lepaskan ego sektoral, tidak perlu meributkan siapa yang paling berjasa, karena baik pejabat di tingkat pusat maupun daerah sama-sama bekerja sebagai pelayan rakyat," ujarnya.

Bamsoet mengatakan berbagai kajian penyebab banjir maupun rencana kerja penanggulangannya pasti sudah dipahami dan berada di meja kerja para pejabat negara yang berwenang dan tinggal eksekusinya yang terkadang sepertinya masih bolong-bolong.

Karena itu, sebelum kejadian serupa kembali menimpa warga di masa mendatang, sebaiknya para pejabat negara segera bekerja agar tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban harta apalagi nyawa.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Banjir Bikin Harga Bawang Merah Naik
Harga Daging Sapi Terpantau Normal Meski Banjir Melanda Jakarta
Inilah Daftar Mal-Mal Megah Diterjang Banjir
Korban Banjir Mengungsi di Halte Transjakarta
Beres Jumatan, Anies Santap Siang Bareng Pengungsi Rawabuaya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini