Jangan lengah, Santoso tewas bukan berarti terorisme selesai

Kamis, 21 Juli 2016 12:53 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Jangan lengah, Santoso tewas bukan berarti terorisme selesai Jenazah diduga Santoso. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius tidak boleh lengah terhadap aksi teror meski gembong teroris yang juga pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Abu Wardah atau Santoso berhasil ditembak mati.

"Santoso ditembak jangan pikir selesai. Enggak! Ini kewaspadaan nasional," kata Ketua DPR RI Ade Komarudin usai menghadiri sidang doktor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, E. Herman Khaeron, di kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kamis (21/7).

Santoso buronan kelompok paling diburu di tanah air itu berhasil dilumpuhkan oleh Satgas Tinombala yang merupakan tim gabungan Polri dan TNI. Tapi keberhasilan ini tidak serta merta memutus rantai terorisme di Indonesia.

"Negeri ini masih butuh stabilitas. Jadi kalau politik kita enggak stabil bisa parah," ujarnya.

Politisi Golkar yang akrab disapa Akom ini mengingatkan, terorisme harus diberantas secara bersama-sama. Sebab persoalan terorisme tidak kalah kejamnya dengan narkoba dan korupsi.

"Yang jelas teroris sama seperti narkoba dan korupsi. Tiga musuh besar kita ini harus dilawan. Jangan lengah," tegas Akom.

Dia yakin Suhardi yang menggantikan Tito Karnavian, akan bertugas dengan baik. Dia mengenal Suhardi sebagai sosok berprestasi di tubuh Polri.

"Saya tahu track record bagus. Jadi saya nilai tepat mengisi posisi tersebut," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini