Jamin Kesehatan Warga Natuna, Menko Polhukam Minta Sekolah Tak Diliburkan

Selasa, 4 Februari 2020 11:16 Reporter : Merdeka
Jamin Kesehatan Warga Natuna, Menko Polhukam Minta Sekolah Tak Diliburkan WNI dari Wuhan disemprot disinfektan. ©HANDOUT/INDONESIAN EMBASSY/AFP

Merdeka.com - Pemerintah sedang melakukan karantina terhadap 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau terkait virus corona. Menko Polhukam Mahfud MD menjamin proses itu tidak akan membahayakan warga Natuna.

Mahfud meminta kepada masyarakat untuk beraktivitas secara normal dan tidak ada yang libur, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Pemerintah akan menangani dengan secermat-cermatnya masalah yang sedang berlangsung dan komunikasi akan terus dilakukan dengan masyarakat Natuna. Pendidikan sekolah-sekolah supaya diselenggarakan seperti biasa, tidak ada hari libur karena memang tidak apa-apa," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/2).

Selain menjamin kondisi kesehatan seluruh warga Natuna, Mahfud menyatakan seluruh warga negara Indonesia yang tengah diobservasi di Kompleks Militer di Natuna juga dalam kondisi yang baik. Sehingga masyarakat setempat tidak perlu cemas.

"Semua yang sekarang ada di Natuna yang dipulangkan dari RRT itu dalam keadaan sehat, cuma untuk melaksanakan standar internasional maka dilakukan hal yang seperti sekarang ini dikarantina dulu," ujarnya.

Sementara Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan, kondisi 238 WNI yang tengah diobservasi dan ditempatkan di Natuna sejak 2 Februari 2020 terpantau sehat. Mereka menjalani aktivitas seperti biasa.

Terawan mengatakan, mulai hari ini mereka telah diberikan akses ponsel dan internet, sehingga dapat berkomunikasi dengan sanak keluarga. "Mereka sehat, pagi tadi mereka juga olahraga bersama, mereka juga telah kami beri sim card baru supaya tidak mahal kalau internetan, jadi siapa yang kenal dengan mereka dikontak saja tanyakan langsung kondisinya gimana, mereka baik," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pendidikan Natuna mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan seluruh siswa dari semua jenjang pendidikan. Surat edaran itu mengatasnamakan Bupati Natuna yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi.

Dalam surat bernomor 800/DISDIK/46/2020 itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan pelajar sekolah seluruh tingkatan selama dua pekan, dimulai dari 3 Februari 2020 hingga 17 Februari 2020 demi mencegah aktivitas di luar rumah dikarenakan kekhawatiran terpapar virus corona pasca mendaratnya 238 WNI asal Wuhan yang tengah menjalani observasi di Kompleks Militer Natuna.

1 dari 1 halaman

Gelar istighasah di Natuna

Selain menjamin kesehatan warga Natuna, Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan akan doa bersama di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini akan dilaksanakannya tepatnya 6 Februari 2020.

"Saya tanggal 6 bersama beberapa pejabat terkait akan ke Natuna untuk menghadiri Istighasah, doa bersama cara orang Indonesia untuk memohon kepada Tuhan bagi kebaikan bersama," ujarnya.

Mahfud mengatakan pemerintah juga akan membangun posko-posko yang bertujuan untuk lebih mengayomi warga setempat. Sehingga tercipta rasa aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Natuna.

"Jadi di sana akan dibuka posko-posko yang lebih alamiah lebih manusiawi, misalnya posko-posko di mana orang bekerja seperti biasa tidak memakai masker," jelas Mahfud.

Mahfud menambahkan, usulan posko dengan orang yang bekerja tidak memakai masker berasal dari aspirasi masyarakat di Natuna. Tujuannya guna menghindari kesan seram dan cemas di Natuna.

"Tidak memakai masker, begitu yang diusulkan adi oleh teman-teman dari Natuna. Maksudnya begini tidak menakutkan," pungkas Mahfud.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com [bal]

Baca juga:
Sempat Masuk Ruang Isolasi, Mahasiswi Karanganyar dari China Negatif Virus Corona
Rampung Dalam 10 hari, Rumah Sakit China Tampung Pasien Pertama Virus Corona
Jokowi Minta Semua Pihak Siapkan Skenario Jika Virus Corona Menular di Indonesia
Warga Natuna Tolak Karantina WNI dari Wuhan, Menko Mahfud akui Telat Sosialisasi
Kapolres Natuna Diganti, Polri Bantah Terkait Demo Warga Tolak WNI dari Wuhan
Menengok RS Virus Corona yang Dibangun China dalam 10 Hari, Begini Kemegahannya
Menko Polhukam Rapat Bersama Menkes, Mendagri, Kapolri dan Bupati Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini