Jam gravitasi bambu karya Zainullah diklaim pertama di dunia

Sabtu, 10 Oktober 2015 09:55 Reporter : Afif
Jam gravitasi bambu karya Zainullah diklaim pertama di dunia Jam bambu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Stan Bambootronic, Posyantek Pondok Kreatif Bogor Jawa Barat banyak dikunjungi pengunjung. Para pengunjung penasaran dengan jam kreasi inovatif terbuat dari bambu menggunakan gerak gravitasi.

Pria paruh baya bernama Zainullah pun menyambutnya dengan senyum ramah. Sosok pria inilah yang menciptakan jam gravitasi bambu. Jam ini digerakkan dengan tenaga gravitasi bumi.

Pengunjung pun silih berganti hendak melihat cara kerja jam unik tersebut. Selain desain yang klasik, bentuk yang indah. Jam ini juga menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung karena tidak menggunakan energi listrik.

Zainullah mengaku membuat jam gravitasi bumi ini bermula melihat bambu yang melimpah di daerahnya. Akan tetapi bambu-bambu tidak bernilai sehingga ia berpikir dan berinovasi agar bambu tersebut bisa memiliki nilai tinggi.

“Berawal saya melihat banyak sekali bambu di tempat saya, makanya saya berpikir agar bambu-bambu itu bernilai, makanya saya buat jam gravitasi bambu ini,” kata pencipta jam gravitasi bambu, Zainullah, Sabtu (10/10) di Banda Aceh.

Jam gravitasi bambu setinggi 2 meter ini dipamerkan di Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa/Kelurahan Nasional dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XVII Tahun 2015 diklaim menjadi pertama di dunia sehingga menghantarkan jam tersebut meraih juara pertama kreasi inovatif tingkat Provinsi Jawa Barat.

Jam gravitasi bambu itu memiliki 9 gir penggerak rotasi jarum jam. Dari 9 gir di antaranya ada 4 gir besar yang menjadi penggerak utama dan yang kecil sebagai penyangga sebanyak 5 gir.

Lalu ada kayu kecil yang dipasang papan bulat yang terbuat dari bambu sepanjang lebih kurang 1 meter bergerak kiri dan kanan. Lalu ada tergantung satu beban dengan tali seberat 1 kg. Beban itulah yang menjadi sumber energi gerak gravitasi, sehingga jam itu bisa memutar selama 12 jam.

Zainullah menjelaskan mekanisme kerja jam ini mengikuti hukum alam. Setiap benda yang jatuh, pasti memiliki daya atau energi sesuai dengan hukum ilmu fisika.

Energi itulah yang kemudian Zainullah pergunakan untuk sumber penggerak jam tersebut. Gerakan benda yang jatuh itu diserap energinya hingga jam tersebut bisa digerakkan.

“Benda jatuh kan ada energi, ini yang tergantung pada tali, jatuh pelan-pelan. Kalau tali sudah habis, kita tarik ulang dan berulang selama 12 jam,” tukas Zainullah sambil memperagakan benda jatuh.

Pantauan merdeka.com selama 1,5 jam dan mencocokkan dengan jam digital, tidak ada selisih waktu. Saat pertama menunjukkan pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB tetap tidak meleset sedikit pun.

“Akuratnya 99 persen, kalau ada goyang, angin, itu berpengaruh, makanya jam ini biasanya dibungkus dengan kaca,” imbuhnya.

Untuk melahirkan ide membuat jam ini, bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu lama. Zainullah mengaku hanya untuk menciptakan jam gravitasi bambu ini menghabiskan waktu selama 1 tahun lebih.

“Kalau bikin sekarang 1 minggu sudah selesai, bikin pertama itu lama sekali, perlu banyak eksperimen,” tukasnya.

Karya ini akhirnya mendapat perhatian khusus dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang langsung memesan 2 buah jam tersebut pada saat pembukaan PIN dan TTG Nasional XVII Tahun 2015.

“Harga jual kalau untuk lokal saya bandrol Rp 5 juta dan kalau ke luar negeri Rp 15 juta,” ungkapnya.

Ada banyak kreasi inovatif lainnya yang dimiliki Zainullah. Seperti lampion, lampu tidur, lampu belajar, tipe yang bisa menggunakan hardisk dan USB, loudspeaker tape, dan loudspeaker gadget untuk laptop. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Ide Kreatif
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini