Jalani Rekonstruksi Kasus Sate Sianida, Tersangka Sempat Menangis

Senin, 7 Juni 2021 15:19 Reporter : Purnomo Edi
Jalani Rekonstruksi Kasus Sate Sianida, Tersangka Sempat Menangis Rekonstruksi kasus sate sianida. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Bantul melakukan rekonstruksi kasus sate sianida, Senin (7/6). Dalam rekonstruksi ini, Polres Bantul menghadirkan tersangka berinisial NA. Total ada 35 adegan yamg diperagakan oleh NA. Saat rekonstruksi ini, tersangka NA nampak menangis saat memerankan sejumlah adegan.

Dalam rekonstruksi ini, NA memulainya dari saat menerima kiriman paket kalium sianida yang dipesannya dari kurir ekspedisi. Kalium sianida ini dipesan NA dari salah satu aplikasi belanja online.

Kemudian NA menyimpan kalium sianida ini sejak 13 Maret 2021. Adegan rekonstruksi kemudian beralih ke tanggal 25 April 2021. Saat NA berangkat dari rumahnya ke tempat kerjanya.

NA mengendarai sepeda motor. Usai tiba di tempat kerja, NA kemudian berangkat membeli sate di daerah Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Selain itu NA sempat membeli cemilan atau makanan ringan di daerah Kotagede. Setelahnya NA kembali ke tempat kerjanya dan berganti pakaian. NA memakai gamis dan hijab.

Di tempat kerja ini, NA sempat mencampur kalium sianida ke sate ayam yang dibeli. Sebelumnya, kalium sianida ini disimpan NA di rak tempatnya bekerja.

Usai rampung meracik sate tersebut dengan kalium sianida, NA pun menukar sepeda motor dengan seorang temannya dengan pelat nomor AB 2187 JF. Setelahnya NA berangkat ke daerah Stadion Mandala Krida.

Di daerah Gayam, NA kemudian mendatangi seorang ojek online bernama Bardiman. Saat itu Bardiman ada di serambi masjid di daerah Gayam.

NA pun meminta Bardiman mengantar paketan berisi sate dan makanan ringan ke Tommy yang tinggal di daerah Villa Bukit Asri, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. NA pun memberikan uang sebesar Rp 30 ribu sebagai pengganti jasa pengiriman paket tersebut.

Usai meminta Bardiman mengantar paket itu, NA kembali ke tempat kerjanya dan berganti baju. Baju gamis dan hijab yang dipakai dibuang oleh NA ke tempat sampah.

Selama menjalani rekonstruksi, NA nampak menangis. Memeragakan 35 adegan, NA pun berurai air mata.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan bahwa rencananya rekonstruksi ulang berlangsung 27 adegan. Namun saat di lapangan, adegan bertambah dan total menjadi 35 adegan.

"Awalnya 27 adegan. Tapi saat di lapangan ada beberapa temuan atau adegan yang belum ter-cover. Saat itu kemudian dilaksanakan, jadi semuanya 35 adegan," ujar Ngadi.

Terkait tentang NA yang menangis selama rekonstruksi, Ngadi menduga jika tersangka kemungkinan merasa tidak nyaman. Sebabnya saat rekonstruksi ini banyak orang hadir.

"Ya mungkin dia tidak biasa di situasi seperti ini. Kita maklumi. Mungkin dia tidak biasa di tempat seperti ini," pungkas Ngadi. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini