KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Jaksa tepis kesaksian penyuap Patrialis Akbar mengaku baru kenal

Senin, 19 Juni 2017 16:19 Reporter : Yunita Amalia
Basuki Hariman diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Senin (19/6), jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkis kesaksian Basuki Hariman, pengusaha importir daging sapi sekaligus terdakwa atas perkara pemberian suap terhadap mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar yang mengaku baru saling mengenal.

Padahal dia sudah membahas tentang judicial review atau uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang kesehatan hewan sebelum bertemu dengan Patrialis Akbar.

Jaksa penuntut umum KPK Lie Feri Setyawan menampilkan rekaman percakapan Basuki dengan seseorang bernama Zaky Faisal yang isinya membahas tentang uji materi yang sedang diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

"26 Agustus ada percakapan telepon Basuki dengan seseorang yang membicarakan dengan Pak Patrialis. Percakapan dengan siapa?" Tanya jaksa Lie kepada Basuki yang menjadi saksi saat persidangan dengan terdakwa Patrialis Akbar, Senin (19/6).

"Apakah ini sebelum kenal Patrialis atau sesudahnya?" cecar jaksa lagi.

"Saya kurang ingat," katanya singkat.

Rekaman percakapan Basuki dengan seseorang bernama Kuswandi juga diputar oleh jaksa. Pada percakapan itu sempat menyinggung Mahkamah Konstitusi. Jaksa juga sempat menanyakan pengetahuan Basuki terkait judicial review. Dia menyebut nama Kamaludin, orang terdekat Patrialis sekaligus perantara pemberian uang dari NG Fenny dan Basuki ke Patrialis Akbar.

"Artinya Agustus 2016 anda sudah bahas judicial review dengan Kamal?" Tanya jaksa lagi

"Iya sudah lama," ucapnya.

"Yang mulia mohon pernyataan saksi kenal dengan terdakwa September itu diabaikan karena pada Agustus 2016 saksi sudah membahas judicial review," kata jaksa.

Basuki mengaku mengenal Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi pada September 2016, dikenalkan oleh Kamaludin. Motif Kamaludin mengenalkannya dengan Patrialis setelah ada perbincangan mengenai kelangsungan perusahaan Basuki dalam impor daging sapi. Terlebih lagi Kamal juga merupakan direktur di salah satu perusahaan Basuki, PT Spectra.

Diketahui, Patrialis Akbar didakwa telah menerima sejumlah uang suap terkait permohonan uji materi tentang pasal hewan ternak nomor 41 tahun 2014 yang diajukan gugatannya oleh asosiasi importir daging sapi, dari Basuki. Merasa berkepentingan atas pengajuan uji materi tersebut, Basuki Hariman notabene pengusaha importir daging sapi pun melakukan upaya penyuapan terhadap Patrialis agar bisa mengabulkan permohonan tersebut, mengingat uji materi tersebut tak kunjung diputuskan oleh MK.

Mantan menteri hukum dan HAM itu didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf c Jo Pasal 18 undang undang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.