Jaksa Periksa Kadis Damkar Depok Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 15 Juni 2021 21:29 Reporter : Nur Fauziah
Jaksa Periksa Kadis Damkar Depok Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kepala DPKP Kota Depok Gandara Budiana saat datang ke Kejari Depok, Selasa (15/6). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyelidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok terus bergulir. Hari ini, Selasa (15/6), jaksa penyelidik memeriksa Kepala DPKP Kota Depok Gandara Budiana.

Gandara datang ke Kejaksaan Negeri Depok sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangannya untuk diminta keterangan terkait dugaan kasus yang sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu.

"Hari ini Kejari Depok khususnya tim jaksa penyelidik dari seksi tindak pidana khusus melakukan pemanggilan terhadap tujuh orang yang akan diperiksa dalam tahap penyelidikan kasus dugaan tipikor di DPKP Kota Depok. Salah satunya yang ikut dipanggil adalah kepala dinas atas nama inisial GB," kata Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto, Selasa (15/6).

Seksi Intelijen Kejari Depok sudah memintai keterangan dari 50 saksi untuk mengungkap kasus yang viral di sosial media itu. Namun belum seorang pun ditetapkan sebagai tersangka.

"Hingga hari kemarin sesuai rekap hampir 50 orang. (Status GB) masih dalam penyelidikan, sehingga status yang orang yang akan memberikan keterangan adalah orang yang statusnya masih terperiksa," tegasnya.

Herlangga menuturkan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Jaksa penyelidik masih mencari dan menemukan ada atau tidaknya peristiwa pidana dalam kasus itu.

Terkait surat perintah yang diterbitkan Kepala Kejari Depok yang menetapkan masa penyelidikan selama 30 hari, kata Herlangga, waktunya dapat diperpanjang jika dirasa kurang.

"Jika dalam 30 hari tersebut belum selesai atau dari tim jaksa penyelidik belum menemukan kesimpulan, maka sprin tersebut dapat diperpanjang. Saat ini sudah berjalan kurang lebih 23 hari," ungkapnya.

Dia mengaku pihaknya hanya terkendala waktu penyelidikan. "Kesulitannya adalah waktu. Yang pertama adalah itu, kemudian orang yang diperiksa ya bisa dikatakan banyak, seperti kemarin di Intelijen saja 30 hari itu kita memeriksa hampir sekitar 60 orang. Sedangkan pekerjaan kan tidak hanya laporan itu, jadi kita harus me-manage waktu supaya waktu yang kita miliki tepat guna untuk menemukan peristiwa pidana itu," jelasnya.

Kasus ini sebelumnya ditangani Seksi Intelejen, kemudian dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus Kejari Depok. Pemeriksaan di Pidsus pun dimulai dari nol. "Jadi setelah dilimpahkan mulai dari nol lagi. Jadi Seksi Pidana Khusus akan menginventarisasi orang-orang yang telah dipanggil di Intelijen, mana yang dianggap perlu untuk memberikan keterangan, itulah yang dipanggil," tutupnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini