Jaksa Eka yang Ditahan KPK Kasus Suap Baru 8 Bulan Tinggal di Kontrakan Kota Solo

Rabu, 21 Agustus 2019 14:13 Reporter : Arie Sunaryo
Jaksa Eka yang Ditahan KPK Kasus Suap Baru 8 Bulan Tinggal di Kontrakan Kota Solo Rumah kontrakan jaksa Eka di Solo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Jaksa Eka Safitra menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek saluran air hujan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPK) Yogyakarta.

Berdasarkan penelusuran, jaksa Kejaksaan Negeri Yogyakarta tersebut ternyata sudah 8 bulan ini tinggal di Solo. Bersama istrinya, Eka menghuni sebuah rumah kontrakan di Gang Kepuh RT 02 RW 08, Kelurahan/Kecamatan Jebres. Menurut informasi yang beredar, rumah tersebut digunakan sebagai lokasi transaksi dugaan suap antara jaksa dengan rekanan DPUPK.

Ketua RT setempat, Wakidi, Rabu (21/8) membenarkan jika Eka bersama istrinya tinggal di daerah tersebut. Kendati demikian, Wakidi tidak mengetahui keseharian Eka dan istrinya. Menurutnya, Eka merupakan warga Pekanbaru, Riau.

"Iya benar, dia ngontrak di sini sudah sekitar 8 bulan. Aslinya berasal dari Pekanbaru, Riau. Kalau pekerjaannya kata warga sini, jaksa di Yogyakarta," ujar Wakidi, Selasa (21/8).

Menurutnya, selama ini Eka jarang bersosialisasi dengan warga. Dirinya pun hingga saat ini baru dua kali baru 2 kali bertemu. Pada momen 17 Agustus kemarin, lanjut dia, Eka juga tidak terlihat ikut perayaan yang digelar warga.

"Saya baru dua kali bertemu. Malam 17an kemarin juga tidak ikut tirakatan," katanya.

Pernyataan senada dikemukakan Supriyanto, tetangga Eka. Menurutnya, selama menghuni rumah tersebut, Eka hampir tidak pernah bersosialisasi. Yang terlihat hanya mobil berwarna putih yang terparkir di depan rumah.

"Kalau istrinya setahu saya seorang dokter. Dia sering mengenakan baju dokter," ucapnya menambahkan.

Terkait penangkapan Eka, ketua RT maupun warga mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Tidak terlihat peristiwa yang aneh pada Senin sore lalu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Jaksa Anggota Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra (ESF), tersangka kasus dugaan suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya juga menahan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana (GYA) yang turut ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

"Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua orang tersangka dalam Penyidikan kasus suap terkait lelang Proyek pada Dinas PUPKP Kota Yogyakarta TA 2019," tutur Febri dalam keterangannya, Selasa (20/8).

Febri menyebut, Eka ditahan di Rutan Cabang KPK C1. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini