Jaksa Bekuk Terpidana Korupsi Alat Tangkap di Aceh Singkil

Jumat, 23 Oktober 2020 09:22 Reporter : Yan Muhardiansyah
Jaksa Bekuk Terpidana Korupsi Alat Tangkap di Aceh Singkil Jaksa Bekuk Terpidana Korupsi Alat Tangkap. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Intelijen Kejati Sumut menangkap Boy MF Tampubolon (42), terpidana perkara korupsi pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Tahun Anggaran 2014. Buronan Kejari Belawan ini dibekuk di Jalan Lipat Kajang Atas Kampung Siatas, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Aceh pada Kamis (22/10).

"Terpidana sampai di Kejati Sumut pukul 22.25 WIB," kata Asintel Kejati Sumut Dwi Setyo Budi Utomo.

Boy sebelumnya merupakan rekanan yang mengerjakan pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Tahun Anggaran 2014. Dia memenangkan proyek dengan anggaran Rp1.181.279.000 itu menggunakan 3 CV yang dipinjamnya.

Dalam pekerjaan itu, jumlah volume dan spesifikasi teknis alat tangkap yang dia selesaikan berbeda dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. BPKP Provinsi Sumatera Utara menyatakan negara dirugikan Rp 492.781.650 dalam proyek itu.

Mahkamah Agung sudah menyatakan Boy terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Syafrizal (saat itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK) dan Akhyar (kuasa pengguna anggaran yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan).

"Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 417.K/PID.SUS/2017 tanggal 06 September 2017," sebut Dwi Setyo.

Boy dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp 492.781.650.

Namun, Boy tidak ditahan sejak awal persidangan di PN Medan. Dia pun dalam pencarian setelah putusannya berkekuatan hukum tetap. Tim kejaksaan akhirnya menangkap Boy di Aceh Singkil. Dia kemudian dibawa ke kantor Kejati Sumut.

"Setelah pendataan dan administrasi, selanjutnya terpidana akan diserahkan ke Kejari Belawan," tutup Dwi Setyo. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini