Jaksa Agung Larang Terdakwa Gunakan Atribut Keagamaan di Persidangan

Selasa, 17 Mei 2022 23:50 Reporter : Merdeka
Jaksa Agung Larang Terdakwa Gunakan Atribut Keagamaan di Persidangan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Dokumen Kejagung

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengimbau kepada para terdakwa yang menjalani persidangan agar tidak lagi menggunakan pakaian atau atribut keagamaan tertentu saat berhadapan dengan hakim di meja hijau. Hal itu menjadi atensi untuk setiap jajaran kejaksaan, termasuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memang bertugas menghadirkan terdakwa.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan bahwa imbauan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Jangan sampai ada kesan bahwa yang melakukan tindak pidana hanya agama tertentu dan seolah-olah alim pada saat disidangkan," kata Ketut saat dikonfirmasi, Selasa (17/5).

2 dari 2 halaman

Alasan Terdakwa Dilarang Pakai Atribut Keagamaan Saat Sidang

Menurut Ketut, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkit kembali imbauan tersebut saat acara halal bi halal jajaran Kejaksaan pada Senin (9/5) lalu.

"Untuk mempertegas nanti akan dibuatkan surat edaran ke Kejaksaan seluruh Indonesia," ujar dia.

Dia melanjutkan, dalam persidangan para terdakwa dapat mengenakan pakaian yang sopan dilengkapi rompi tahanan. Dengan begitu, tidak ada pula pandangan negatif terhadap JPU yang sengaja mendiskreditkan suku, agama, ras, hingga adat istiadat tertentu lewat penggunaan pakaian atau pun atribut terdakwa.

"Kita nanti samakan semua yang penting berpakaian sopan," Ketut menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com

Baca juga:
Jaksa Agung Buka Hotline Pelaporan Jaksa Main Proyek: Identitas Pelapor Aman
Pertimbangan dan Penjelasan Jaksa Agung Kasus Korupsi di Bawah Rp50 Juta Tak Dipidana
Jaksa Agung Duga Unsur TNI Terlibat Korupsi Satelit Kemenhan
Jaksa Agung Mutasi Leonard Eben jadi Kejati Banten, Ketut Sumedana Jabat Kapuspenkum
Jaksa Agung Perintahkan Polres Cirebon Serahkan Tahap II Kasus Nurhayati
Jaksa Agung ke Staf Ahli: Monitor Perkembangan Wacana Perubahan KUHP dan KUHAP
Jaksa Agung Pesan ke Kejati: Kedepankan Hati Nurani dalam Bertugas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini