Jadi tukang antar jemput galon, pecandu narkoba larikan 11 motor bos

Sabtu, 7 Februari 2015 14:28 Reporter : Irwanto
Jadi tukang antar jemput galon, pecandu narkoba larikan 11 motor bos Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Narkoba benar-benar membuat orang gelap mata. Hal ini dialami Yan Herika (39), warga Perumnas, Sako, Palembang. Lantaran tidak memiliki uang untuk membeli sabu, dia nekat membawa kabur sebelas unit sepeda motor di tempatnya bekerja.

Uniknya, seluruh motor yang digelapkannya itu berasal dari sebelas tempat pengisian ulang air minum (galon) berbeda. Namun, dia berhasil ditangkap polisi ketika menjual salah satu sepeda motor hasil kejahatannya di kawasan Jalan Veteran Palembang, Kamis (5/2) siang.

Tersangka sudah menjadi pecandu narkoba sejak dua tahun. Setiap hari harus mengonsumsi sabu. Jika tidak, dia mengalami sakau. Alhasil, duda satu anak ini mengambil jalan pintas dengan berpura-pura melamar kerja sebagai antar jemput galon.

Beralasan tak memiliki sepeda motor, tersangka meminta kepada pemilik usaha galon meminjaminya untuk mengantar kepada pelanggan. Baru sehari bekerja, motor itu dia larikan dan kemudian dijual.

Lantaran aksi kejahatan perdananya itu berjalan sukses, tersangka kembali melamar kerja di tempat isi ulang yang lain di kawasan berbeda. Lagi-lagi, perbuatan itu kembali terjadi. Motor milik bosnya dibawa kabur. Begitulah selanjutnya, hingga sebelas unit sepeda motor berhasil dia bawa kabur dari tempat usaha yang serupa.

"Saya langsung berhenti setelah bawa kabur motor bos. Kemudian cari kerja lagi, memang di tempat galon yang mudah. Sudah sebelas motor saya larikan, semuanya milik bos galon yang beda," ungkap Yan ditemui di Mapolsek Sukarami Palembang, Sabtu (7/2).

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Imam Tarmudi mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan salah satu korbannya. Dari penyelidikan, keberadaan tersangka diketahui dan segera ditangkap ketika hendak menjual salah satu hasil kejahatannya.

Dari tangan tersangka, berhasil diamankan tujuh unit motor sebagai barang bukti. Sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian.

"Dari pengakuan tersangka, empat motor itu dijual di luar Palembang. Satu unitnya seharga Rp 4 juta. Uang itu untuk beli narkoba," ujar Imam. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini