Jadi tersangka suap Bakamla, Bendahara MUI datangi KPK

Jumat, 23 Desember 2016 12:01 Reporter : Adriana Megawati
Jadi tersangka suap Bakamla, Bendahara MUI datangi KPK Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - KPK tengah mengusut kasus dugaan suap proyek pengadaan monitoring satelit badan Keamanan Laut (Bakamla). Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. KPK juga sempat mengamankan seorang anggota TNI berinisial DSR, namun sudah dibebaskan.

Salah satu tersangka suap, Fahmi Darmawansyah hari ini dikabarkan mendatangi KPK untuk diperiksa. Fahmi sedang berada di luar negeri saat KPK melakukan operasi tangkap tangan.

Fahmi sedianya dipanggil penyidik KPK pada Kamis, 22 Desember. Namun Fahmi tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang.

"Informasi yang kami terima, FD datang didampingi pengacaranya hari ini," kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada merdeka.com, Jumat (23/12).

Fahmi merupakan suami artis era 90-an Inneke Koesherawati. Fahmi juga menjabat sebagai bendahara MUI.

Fahmi dijerat KPK sebagai tersangka pemberi suap kepada Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Edi Susilo Hadi. Dia bersama dua karyawan PT MTI (Melati Technofo Indonesia), Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus, telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Mereka memberikan suap kepada Eko demi perusahaannya menjadi pemenang atas tender proyek pengadaan satelit pemantauan di Bakamla. Proyek tersebut dianggarkan dari APBN-P 2016 dengan total sekitar Rp 200 miliar. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini