KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Jadi tersangka, perawat di Asahan bingung kepala bayi bisa terlepas

Senin, 11 Januari 2016 22:55 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kepala bayi tersangkut di rahim. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perawat DS (25) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus terlepasnya kepala bayi saat proses persalinan di Desa Aek Tarum, Bandar Pulau, Asahan, Sumut, mengaku sudah sering membantu persalinan. Dia bingung kenapa peristiwa tragis itu bisa terjadi.

Saat ditanyai, DS tidak ingat persis berapa kali dia membantu proses persalinan. "Saya lupa. (Lebih dari lima?) Lebih. Saya lupa lho," kata DS di Mapolres Asahan, Senin (11/1) petang.

Namun dia ingat jika Farida Hanum, ibu dari bayi yang terlepas kepalanya, sudah dua kali bersalin dengan bantuannya. Sebelum proses bersalin, Minggu (10/1) malam, kondisi perempuan itu sehat. Namun, ketika proses persalinan, bayinya tidak dapat dikeluarkan. "Besar bayinya. Saya nggak tahu berapa kilo," jelas DS.

Belakangan dalam proses persalinan itu kepala bayi terlepas. Farida langsung dirujuk ke RSUD Abdul Manan Simatupang, Kisaran, dan tiba Senin (11/1) dini hari. Setelah ditangani, tubuh bayi perempuan akhirnya dapat dikeluarkan dengan cara normal sekitar pukul 07.30 WIB

DS mengaku bingung kepala bayi itu putus. "Ya kita nggak tahulah kenapa," ucapnya.

Namun dia mengakui saat proses persalinan dirinya yang menarik kepala bayi. Sementara seorang dukun beranak berinisial M dan Boirin, suami Farida, membantu mendorong.

Polisi sudah menetapkan DS sebagai tersangka kasus ini. Dia dikenakan Pasal 86 UU 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, karena praktik tanpa izin. Dia dinilai tidak berkompeten melakukan praktik bersalin.

DS mengakui dirinya bukan bidan, namun sudah sering melakukan persalinan. "Saya perawat," katanya.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Anderson Siringo-ringo mengatakan baru DS yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dukun beranak yang turut membantu persalinan itu masih berstatus saksi. "Dukun beranak masih kita periksa untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam proses persalinan itu," jelas Anderson.

Mengenai penyebab lepasnya kepala bayi perempuan itu pihak Polres Asahan sudah meminta pelaksanaan autopsi di rumah sakit di Pematang Siantar. Hasil autopsi ini diharapkan memberi titik terang dalam kasus ini, karena beredar pula dugaan bayi sudah meninggal di dalam kandungan. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Malapraktik
  2. Kasus Malapraktik
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.