Jadi tersangka, manajer keuangan Djakarta Llyod ditahan

    Reporter : Dedi Rahmadi | Jumat, 9 November 2012 19:00
    Jadi tersangka, manajer keuangan Djakarta Llyod ditahan
    Korupsi. meedeka.com

    Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menahan Manager Keuangan Unit Keagenan PT Djakarta Lloyd Hendrik Pangaribuan setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam. Penyidik mendapatkan cukup bukti atas keterlibatan Hendrik dalam kasus dugaan korupsi dana kas pada Unit Keagenan PT Djakarta Lloyd.

    "Penahanan dilakukan berdasarkan alasan yang kuat dan bukti yang cukup," ujar Kepala Seksi Penerangan Kejati DKI Jakarta Albert Napitupulu di Jakarta, Jumat (9/11).

    Menurut Albert, Hendrik dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 2, 3 dan 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. "Dia ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat untuk 20 hari ke depan," kata dia.

    Untuk kerugian dalam kasus tersebut, Albert menerangkan kerugian negara masih dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    "Untuk sementara baru satu tersangka. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dari hasil pengembangan penyidikan," jelasnya.

    Awalnya kasus tersebut berdasarkan pengaduan satuan pengawasan intern PT Djakarta Llyod mendapatkan bukti bahwa penerimaan jasa pengurusan bongkar tidak disetorkan ke kas. Penerimaan itu masuk ke rekening pribadi Hendrik dan kerugian negera diduga mencapai Rp 700 juta.

    [hhw]

    Rekomendasi Pilihan

    KUMPULAN BERITA
    # Kasus Korupsi

    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE