Jadi tersangka KPK ini pembelaan Budi Gunawan

Rabu, 14 Januari 2015 05:41 Reporter : Juven Martua Sitompul
Jadi tersangka KPK ini pembelaan Budi Gunawan Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus tersendat untuk saat ini. Sebab, Budi yang santer diberitakan akan menjadi pucuk pimpinan kepolisian menggantikan Jenderal Sutarman itu harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, KPK sudah menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Dia diduga memiliki rekening gendut dari hasil penerimaan hadiah atau gratifikasi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier SDM Mabes Polri periode 2004-2006.

Tak memerlukan waktu yang panjang setelah Budi mendapat kejelasan status tersangka oleh Abraham cs, sontak kabar ini mulai mencuat ke publik.

Budi yang merupakan calon tunggal Kapolri atas rekomendasi Jokowi pun memberikan keterangan terkait statusnya saat ini. Berikut pembelaan Budi Gunawan yang dirangkum merdeka.com setelah ditetapkan tersangka oleh KPK:

1 dari 4 halaman

Budi Gunawan tepis punya rekening gendut

Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam rekening gendut Budi, KPK menemukan transaksi yang mencurigakan, Dia diduga menerima hadiah atau gratifikasi saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006.

Namun, Budi menepis telah memiliki rekening gendut. Dia mengaku telah melaporkan seluruh harta kekayaannya ke KPK.

"Sudah dijelaskan ke LHKPN, tidak ada yang ditutup-tutupi, semua transparan," kata Budi dalam keterangan persnya di kediamannya di Kompleks Polri Jalan Duren III Barat IV No 21 Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pada 2013, kekayaan Budi Gunawan cukup fantastis. Dalam LHKPN pada 26 Juli 2013, total kekayaan Budi Gunawan Rp 22.657.379.555.

Kekayaan Budi Gunawan ini melonjak drastis jika dibandingkan pada 2008. Saat itu kekayaan Budi Gunawan hanya Rp 4.684.153.542.

Paling banyak adalah harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan. Nilainya sebesar Rp 21.543.934.00.

Budi juga memiliki harta bergerak lainnya seperti alat transportasi dan mesin lainnya. Total nilainya sebesar Rp 475.000.000.

Sebelumnya KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

"Oleh kerena itu berdasarkan penyelidikan cukup lama, KPK pada akhirnya menemukan peristiwa pidana dan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan," kata Ketua KPK Abraham Samad.

Topik pilihan: Mutasi Polri | Kapolri Sutarman | Polri

       

2 dari 4 halaman

Budi Gunawan klaim kasus rekening gendut selesai di Bareskrim

Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka. Budi diduga memiliki rekening gendut yang didapatnya dari penerimaan hadiah atau gratifikasi saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006.

Menanggapi kejelasan statusnya sebagai tersangka oleh Abraham cs, Budi menampik hal tersebut. Menurutnya, soal rekening yang sedang ditelusuri KPK saat ini sebelumnya sudah pernah diperiksa Mabes Polri.

"Kita menunggu proses karena itu sudah ditindak lanjuti tahun 2010 di Bareskrim," kata Budi dalam keterangan persnya di kediamannya di Kompleks Polri Jalan Duren III Barat IV No 21 Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Sebelumnya KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

"Oleh kerena itu berdasarkan penyelidikan cukup lama, KPK pada akhirnya menemukan peristiwa pidana dan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan," kata Ketua KPK Abraham Samad.

Topik pilihan: Mutasi Polri | Kapolri Sutarman | Polri

       

3 dari 4 halaman

Budi Gunawan ngaku bukan titipan Mega

Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam rekening gendut Budi, KPK menemukan transaksi yang mencurigakan, Dia diduga menerima hadiah atau gratifikasi saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006.

Selain itu, terkait pencalonannya sebagai pucuk pimpinan Kepolisian banyak pihak menyebut Budi merupakan titipan dari Megawati Soekarnoputri. Pasalnya, kedekatan kedua orang ini sudah terjalin sejak Budi menjadi ajudan Megawati 2001-2004.

Namun, Budi menepis isu tersebut, Dia berdalih pencalonannya itu merupakan usulan dari Kompolnas. "Semua itu usulan dari kompolnas," kilah Budi dalam keterangan persnya di kediamannya di Kompleks Polri Jalan Duren III Barat IV No 21 Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Sebelumnya KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

"Oleh kerena itu berdasarkan penyelidikan cukup lama, KPK pada akhirnya menemukan peristiwa pidana dan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan," kata Ketua KPK Abraham Samad.

Topik pilihan: Mutasi Polri | Kapolri Sutarman | Polri

       

4 dari 4 halaman

Budi janji klarifikasi rekening gendutnya

Komjen Budi Gunawan. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening gendut di institusi kepolisian. Meski demikian, dia tetap siap menerima panggilan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di DPR.

"Besok kalau diundang DPR ya datang," ujar Budi usai menerima anggota DPR di kediamannya, Selasa (13/1).

Budi mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi seluruh pertanyaan yang bakal diajukan anggota legislatif. Dia berjanji akan menjawab semuanya, termasuk dugaan rekening gendut.

"Nanti kita jelaskan di DPR terkait rekening itu. Klarifikasi, semuanya legal, tidak ada yang ditutupi," tandasnya.

Budi Gunawan resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan suap. Penetapan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu dilakukan tak lama setelah dia digadang-gadang Presiden Joko Widodo sebagai calon Kapolri satu-satunya. [tyo]

Baca juga:
Ganasnya KPK tetapkan calon kapolri jadi tersangka rekening gendut
Calon kapolri pilihan Jokowi tersangka di KPK, Istana bela diri
KPK jamin Polri ikhlas Komjen Budi dijadikan tersangka
Ajukan nama Komjen Budi, Kompolnas & intelijen tak profesional
KPK sudah minta Komjen Budi Gunawan dicegah
PDIP: Semua pihak harus berkepala dingin tanggapi status Komjen Budi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini