Jadi tersangka, Farhat Abbas minta kasusnya tak diperpanjang

    Reporter : Al Amin | Jumat, 24 Mei 2013 18:55
    Jadi tersangka, Farhat Abbas minta kasusnya tak diperpanjang
    Farhat Abbas. ©2012 Merdeka.com

    Merdeka.com - Pengacara muda Farhat Abbas sudah mengetahui soal statusnya sebagai tersangka kasus penghinaan rasial terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bukannya berkomentar soal status hukumnya, Farhat malah minta kasus tersebut tidak diperpanjang.

    Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanSuami Nia Daniaty itu beralasan sudah meminta maaf kepada Ahok dan Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdan Effendi atau yang akrab disapa Anton Medan.

    "Ya sebenarnya kasus ini kan sensitif, lebih ke masalah persepsi. Lagipula saya sudah meminta maaf kepada Ahok dan orang yang melaporkan saya Anton Medan," kata Farhat saat dihubungi merdeka.com, Jumat (24/5).

    Namun, lanjut Farhan, Anton Medan yang ditemuinya beberapa waktu silam dalam sebuah acara salah satu televisi swasta mengatakan, biarkan kasus ini ditangani pihak yang berwajib.

    "Saya sudah ngomong sama dia di tvOne, sudah minta maaf, dan minta dicabut laporannya. Yah dia cuma bilang hukum harus ditegakkan," katanya.

    Selain itu, Farhat juga meminta pihak kepolisian lebih bijak dalam menangani kasus tersebut. Dia pun mengaku, setelah kasus ini dilaporkan ke Bareskrim, dirinya enggan untuk berkomentar lebih jauh.

    "Saya sebenarnya enggak mau ngomong, ngebahas tentang kasus ini. Sudahlah, enggak usah diperpanjang. Pihak kepolisian seharusnya lebih bijak menyikapi kasus ini, jangan malah dipertontonkan," ungkapnya.

    Farhat Abbas dipolisikan lantaran menulis dalam akun twitternya @farhatabbaslaw : Ahok sana sini plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya ! Dasar Ahok plat aja diributin ! Apapun plat nya tetap C***!

    Kicauan Farhat tersebut sontak memancing sejumlah komunitas masyarakat yang berasal dari etnis Tionghoa.

    Atas perbuatannya itu, Farhat Abbas dijerat Pasal 4 huruf b angka 1 UU No. 40 tahun 2004 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman lima tahun penjara.

    [ren]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE