Jadi korban perkosaan, gadis di Bogor meninggal akibat depresi

Jumat, 13 Juli 2018 23:32 Reporter : Radeva Pragia Bempah.
Jadi korban perkosaan, gadis di Bogor meninggal akibat depresi penangkapan pelaku pemerkosaan. ©2018 Merdeka.com/Ramdhan Triyadi

Merdeka.com - FN, gadis berusia 16 tahun, warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, meninggal dunia setelah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sekelompok remaja. Sebelum meninggal, korban yang masih berstatus pelajar kelas dua di salah satu SMK itu mengalami depresi berat karena perlakuan bejat yang diterimanya.

Korban digilir bergantian oleh para pelaku yang berjumlah delapan orang di salah satu rumah kosong di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, akhir Juni 2018 lalu.

Tragis bagi keluarga FN. Mereka baru mengetahui anak gadisnya menjadi korban pemerkosaan setelah dia meninggal.

Polisi yang menerima laporan dari keluarga korban, langsung bergerak melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hasilnya, tujuh orang pelaku diamankan. Sementara satu orang masih diburu petugas alias DPO (daftar pencarian orang).

Ketujuh pelaku yang telah diamankan berinisial ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22), A (22).

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, korban meninggal akibat mengalami depresi berat. Dia mengungkapkan, keluarga korban baru mengetahui anaknya menjadi korban pemerkosaan setelah teman korban menceritakan kejadian tragis itu.

"Satu minggu setelah kejadian (perkosaan) itu, korban mengalami gangguan psikis. Korban tidak mau makan, kondisinya semakin drop. Dari situ pihak keluarga merasa curiga," katanya di Mapolres Bogor, Jumat (13/7).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dia mengungkapkan, para pelaku sudah merencanakan memerkosa korban. Dicky menjelaskan, FN dijemput oleh salah satu pelaku yang dikenalnya korban kemudian dibawa ke rumah kosong di daerah Citeureup.

"Korban dijebak. Di dalam rumah itu sudah ada teman-teman pelaku yang lain. Dalam waktu dekat kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Mereka sudah ditetapkan tersangka," tegasnya.

Lanjutnya, dua dari tersangka pemerkosaan itu masih di bawah umur. Sebab itu, polisi akan menjeratnya dengan Pasal Undang-undang Perlindungan Anak.

"Kita kenakan Pasal 81 Undang-undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman paling lama 15 tahun penjara. Kita lapis juga dengan Pasal KUHP," tutup Dicky. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini