Jadi ketua, Hamdan Zoelva ingin pulihkan integritas MK

Merdeka.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengaku bersyukur diberikan mandat oleh koleganya untuk memimpin lembaga peradilan tersebut. Namun, baginya ada sejumlah pekerjaan rumah yang cukup banyak selama beberapa tahun mendatang.
"Tanggung jawab ketua dan wakil ketua dalam periode ini, atau paling tidak setahun ke depan sangat besar, dan memikul tanggung jawab yang sangat besar," ujar Hamdan usai Rapat Pleno Pemilihan Ketua MK di Gedung MK, Jakarta, Jumat (1/11).
Tanggung jawab besar yang disebutnya adalah mengembalikan citra dan integritas MK sebagai lembaga peradilan yang bersih dan adil dalam mengeluarkan putusan. Apalagi, lembaga ini pernah terpuruk sejak tertangkapnya Akil Mochtar oleh KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap.
"Kami berdua, dan semua hakim konstitusi akan bekerja keras dan bertanggung jawab untuk kembali mengangkat citra dan kehormatan dalam satu bulan ini dalam menghadapi masa-masa sulit. Sekali lagi di samping dukungan para wartawan, panitera dan masyarakat Indonesia untuk mendoakan semoga Mahkamah ini kembali tegak, dipercaya rakyat," tandasnya.
Sebelumnya, Hamdan terpilih menjadi ketua MK baru menggantikan Akil Mochtar . Hamdan menjadi ketua MK setelah mendapatkan lima suara dalam voting yang digelar di Gedung MK Jakarta.
Terpilihnya Hamdan setelah melewati dua putaran. Hamdan mengalahkan Arief Hidayat yang mendapatkan tiga suara. Sementara Arief sendiri terpilih menjadi wakil ketua MK setelah melalui tiga putaran dengan perolehan lima suara.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya


Sopir Taksi Girang Ketemu Musisi Terkenal, Ternyata Sudah jadi Langganan Artis Papan Atas, Ari Lasso hingga Dewi Perssik
Seorang sopir taksi kegirangan saat bertemu dengan musisi Katon Bagaskara, ternyata ia sudah sering jadi langganan artis.
Baca Selengkapnya


Lagu Sedih Melayu di Indonesia Diubah jadi Koplo, Perempuan Malaysia Ini Kaget ‘Ya Gak Jadi Sedih Lah’
Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan asal Malaysia yang kaget saat mendengar lagu sedih Malaysia malah diubah aransemennya jadi dangdut koplo.
Baca Selengkapnya


Tak Mau Bebani Ortu & jadi Ojol Demi Bisa Kuliah, Momen Kelulusan Pria Ini Bikin Haru 'Akhirnya Sampai di Titik Ini'
Selama empat tahun berjuang, kerja kerasnya kini mulai terbayarkan.
Baca Selengkapnya


Pernikahan Unik Adat Sunda Bawaan Seserahan Kambing dan Kasur, Orangtua 'Anak yang ke-4, Punya Anak 12'
Masyarakat pedesaan Sunda menggelar acara pernikahan yang unik, seserahan mulai dari kasur hingga kambing, dan mempelai pria memiliki 12 saudara.
Baca Selengkapnya


Dua Taruna Akpol Tes Wawancara Pakai Bahasa Inggris Jadi Sorotan, Netizen 'Makin Semangat Belajar'
Kemahiran dua taruna Akpol ini berbahasa asing banyak diacungi jempol oleh warganet.
Baca Selengkapnya

Diangkat Jadi Hakim MK, Ridwan Mansyur Siap Selesaikan Sengketa Pemilu 2024
Ridwan Mansyur memastikan siap menyelesaikan perkara-perkara terkait pemilihan umum (Pemilu) 2024, usai resmi menjabat sebagai hakim MK.
Baca Selengkapnya

Jokowi Lantik Ridwan Mansyur Jadi Hakim Konstitusi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Ridwan Mansyur sebagai hakim konstitusi menggantikan Manahan Sitompul.
Baca Selengkapnya

Besok, Jokowi Lantik Ridwan Mansyur Jadi Hakim MK Gantikan Manahan Sitompul
Ridwan akan mengucap sumpah sebagai Hakim Konstitusi di Istana Negara, Jakarta, pada pukul 10.30 WIB.
Baca Selengkapnya

DPR Diminta Tegas Sikapi Kabar Jokowi Minta Setop Kasus e-KTP Libatkan Setya Novanto
Hamdan mengatakan, DPR seharusnya gunakan hak konstitusional menanyakan ini kepada Presiden atau gunakan hak angket.
Baca Selengkapnya

Hasil Survei Terbaru Ungkap Kepercayaan Publik pada KPK dan MK
Margin of Error (Mo) survei diperkirakan + 2,83 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Selengkapnya

Habiburokhman Gerindra: Semakin Terang, Anwar Usman Hanya Kambing Hitam!
TKN Prabowo-Gibran menilai mantan Ketua MK Anwar Usman hanya kambing hitam dalam putusan syarat Capres-Cawapres
Baca Selengkapnya

VIDEO: Tanpa Anwar Usman, MK Tolak Gugatan UU Pemilu Syarat Jadi Capres-Cawapres
Gugatan ini diajukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia bernama Brahma Aryana.
Baca Selengkapnya