Jadi Ibu Kota Baru, Kondisi Jalan di Sepaku Sudah Rusak 17 Tahun

Senin, 2 September 2019 13:22 Reporter : Saud Rosadi
Jadi Ibu Kota Baru, Kondisi Jalan di Sepaku Sudah Rusak 17 Tahun Kondisi jalan di Sepaku. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, jadi ibu kota negara (IKN) baru. Kecamatan Sepaku, dikabarkan jadi lokasi pembangunan ibu kota negara di PPU.

"Sepaku, jalan rusak 17 tahun terakhir ini. Memang infrastruktur di PPU itu, di setiap Musrenbang, selalu saya sampaikan, kabupaten kami itu kabupaten dianaktirikan," kata Bupati Penajam Paser Utara Abdul, Gafur Mas'ud, ditemui usai pelantikan 55 anggota DPRD Kalimantan Timur, di Samarinda, Senin (2/9).

Oleh karena itu, kata Gafur, dalam beberapa bulan terakhir ini Pemkab PPU fokus untuk memperlancar rencana proyek jembatan Tol PPU-Balikpapan.

"Tapi 10 bulan ini kami fokus bangun infrastruktur, jembatan tol terpanjang. Jembatan tol PPU tembus ke Melawai di Balikpapan. Ini ikon di Kaltim," ujar Gafur.

Kendati demikian, Gafur kembali memastikan kesiapan kabupaten PPU, sebagai ibu kota negara yang diputuskan Presiden Joko Widodo. "PPU siap 100 persen, apapun itu. Kami tinggal menunggu arahan Bapak Presiden," kata Gafur.

"Kami sangat bersyukur. Keputusan Bapak Presiden, akan jadi tinta emas, awal baru peradaban bangsa menjadi lebih kuat, berdaulat. Kuat di sektor maritim poros dunia," tambahnya.

Masih diterangkan Gafur, sejauh ini, belum ada koordinasi lanjutan dari pemerintah pusat, perihal lokasi untuk dimulainya pembangunan kawasan IKN. "Kami menunggu. Insya Allah tahun 2020 akan mulai dibangun. Dimana lokasinya (Sepaku atau di Sotek), kami menunggu Bapak Presiden," jelas Gafur.

Merdeka.com sebelumnya, 27-28 Agustus 2019 melakukan peliputan di Sepaku, kecamatan di PPU yang disebut bakal jadi kawasan IKN. Fakta di lapangan memang, banyak ruas jalan yang masih rusak, dan beberapa titik dilakukan perbaikan. Di kiri kanan jalan menuju ke Sepaku dari KM 38 simpang Samboja, banyak dihuni permukiman transmigran, berlatar belakang hutan dan perkebunan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini