Jadi bandar judi bola lagi, residivis dibekuk polisi

Minggu, 21 Desember 2014 12:42 Reporter : Darmadi Sasongko
judi bola. shutterstock

Merdeka.com - Tersangka berinisial AJA, bersama WRS dan MM ditangkap saat sedang menjadi bandar perjudian sepak bola. Mantan terpidana kurungan enam bulan itu pada 2012 itu tidak bisa berkutik saat dicokok polisi.

Kepada polisi, dia mengaku sehari-harinya bukan sebagai bandar, hanya saja saat itu sedang menggantikan teman yang sedang ada perlu ke luar kota. Tapi sial, dirinya justru yang tertangkap, sementara rekannya tetap melenggang selamat.

"Tapi AJA ini sudah dua kali ditangkap untuk kasus yang sama, tahun 2010 dan 2011 karena kasus judi bola juga," kata Kasubbag Humas Polresta Malang, AKP Nunung Anggraeni di Polres Kota Malang, Sabtu (19/12).

Sementara WRS sebelumnya juga sudah pernah menghuni sel tahanan untuk kasus serupa. Tapi dia kasusnya hanya sebagai pemain, seperti saat kembali ditangkap beberapa waktu lalu.

AJA dan kawan-kawan mengaku memiliki omzet Rp 1 juta sampai Rp 6 juta untuk sebuah taruhan pertandingan bola. Bahkan kalau sedang musim pertandingan bisa mengantongi omzet sampai Rp 10 juta dalam sekali tarikan taruhan bola.

Nunung mengatakan Polresta Kota Malang sedang menjalankan Operasi Lilin dalam rangka cipta kondisi menyambut pelaksanaan Natal dan Tahun Baru.

Dari tangan para pelaku polisi menyita barang bukti berupa handphone, kartu remi, buku tabungan dan sejumlah uang. Para tersangka ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat.

"Setelah mengamati para pelaku dan memastikan mereka benar melakukan kegiatan judi polisi langsung menangkapnya, katanya.

AKP Sunardi R, Kepala Bagian Operasi menambahkan, dalam razia yang digelar Sabtu (21/12) dini hari, menyita puluhan botol miras dan 15 sepeda motor roda 2 yang tidak dilengkapi STNK.

"Operasi Lilin ini akan terus digelar selama operasi Lilin hingga 4 Januari 2014," kata [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Judi Bola
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini