Jadi bandar besar sabu, sipir lapas Sampit bakal dipecat

Minggu, 8 Juli 2018 05:04 Reporter : Eko Prasetya
Jadi bandar besar sabu, sipir lapas Sampit bakal dipecat borgol. shutterstock

Merdeka.com - Sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berinisial HA yang ditangkap polisi karena diduga sebagai bandar besar sabu-sabu terancam dipecat.

"Sesuai arahan Kemenkun HAM, jika oknum pegawai Lapas tersandung kasus narkoba, baik itu mengedarkan narkoba, memiliki dan menjadi pengguna, akan ditindak tegas tanpa ampun," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Kalteng, Anthonius M Ayorbaba, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/7).

Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng menyita sabu-sabu seberat 12,68 gram dan uang tunai Rp 5 juta dari oknum sipir lapas II-B Sampit berinisial HA. Sabu-sabu yang disita itu ditemukan di lemari kerja HA di Lapas II-B.

Anthonius mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum sipir Lapas Sampit tersebut kepada pihak Polda Kalteng. Dia bahkan mempersilakan kepolisian melakukan penggeledahan di Lapas Sampit untuk menguak siapa dalang di balik itu semua.

"Peristiwa ini harus jadi pelajaran berharga bagi pegawai Lapas yang ada di Kalteng. Ini pun harus jadi yang terakhir. Jangan ada lagi kejadian seperti ini di bulan dan tahun mendatang," harap dia.

Dia mengaku sangat kecewa apabila masih ada saja pegawai lapas bersentuhan, bahkan menjadi bandar narkoba. Sebab, dirinya selalu mengingatkan kepada pegawai lapas di Kalteng ini agar menjauhi narkoba, apapun jenisnya.

Dia mengatakan apabila masih ada pegawai lapas menjadi pengedar atau bandar narkoba, maka ini merupakan mental yang kurang baik. Negara telah menyediakan dan memberikan gaji yang layak dan cukup untuk menghidupi keluarga para pegawai Lapas.

"Sekarang ini pegawai lapas tidak hanya menerima gaji pokok, tapi juga renumerasi setiap tiga bulan sekali. Besaran Renumerasi itu cukup lumayan untuk menghidupi keluarganya. Saya sangat kecewa ada oknum lapas ditangkap karena narkoba," demikian Anthonius.

Baca juga:false
IRT kedapatan ingin menyusupkan sabu ke dalam tahanan Polda Metro
Terungkap hendak selundupkan sabu ke lapas, sipir Nusakambangan dipecat
Nyambi jadi kurir sabu-sabu buat napi, sipir di Nusakambangan dibayar Rp 5 juta
BNN Bali bongkar jaringan narkoba asal Medan, dikendalikan napi Kerobokan
Polisi amankan tiga napi gunakan sabu di Lapas Kelas II A Kediri
Kasus TPPU narkoba Kalapas Kalianda, Kakanwil Kemenkum HAM Lampung mengaku kecolongan [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini