Istri Napiter Umar Patek Resmi Berstatus Warga Negara Indonesia

Rabu, 20 November 2019 16:16 Reporter : Erwin Yohanes
Istri Napiter Umar Patek Resmi Berstatus Warga Negara Indonesia Istri Napiter Umar Patek Resmi Jadi WNI. ©2019 Erwin Yohanes

Merdeka.com - Ruqayyah Binti Husein Luceno, istri Umar Patek alias Hisyam bin Alizein alias Abu Syekh, terpidana bom Bali, kini resmi berstatus warga negara Indonesia. Sebelumnya, Ruqayyah Binti Husein Luceno berkewarganegaraan Filipina.

Resminya status tersebut ditandai dengan pemberian surat keterangan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius.

Pemberian surat keterangan kewarganegaraan ini diberikan pada istri Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Penyerahan disaksikan Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Tonny Nainggolan.

Hadir dalam acara tersebut Wakapolda Jawa Timur Brigjen Djamaludin, Wakapolres Sidoarjo AKBP M Anggi Naulifar Siregar, perwakilan TNI hingga perwakilan Pemprov Jawa Timur.

Ruqayyah Binti Husein Luceno dinyatakan sebagai WNI berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-16.AH.10.01 THN 2019. Status ini diketahui diajukan oleh Umar Patek sejak 2,5 tahun lalu pada Komjen Pol Suhardi Alius.

"Diajukan sejak 2,5 tahun yang lalu atas permintaan Umar Patek kepada saya. Saya langsung proses dan SK nya diberikan langsung oleh Dirjen Administrasi Hukum Umum ke ruangan saya," katanya, Rabu (20/11).

1 dari 1 halaman

Pertimbangan Pemberian Status WNI

Suhardi mengatakan, pemberian status kewarganegaraan kepada Ruqayyah Binti Husein Luceno ini, tidak terlepas dari sikap sang suami, Umar Patek yang dianggap sudah baik selama dalam masa tahanan. Tidak hanya itu, dia juga dianggap banyak membantu pemerintah selama ini.

"Atas pertimbangan inilah, kami anggap yang bersangkutan layak. Apalagi, saat di Lapas juga pernah menjadi komandan upacara bendera saat perayaan HUT RI," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Juni 2012, Umar Patek divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam perkara tindak pidana terorisme. Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011. Selain melakukan teror bom di Indonesia, Umar Patek juga terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina. [noe]

Baca juga:
Umar Patek, 'Pendosa' yang Tak Lagi Merasa Kesepian
Tak Punya KTP, Napi Teroris Umar Patek Ingin Ikut Nyoblos di Pemilu 2019
Eks teroris paling dicari Amerika ini kibarkan Merah Putih di HUT Kemenkum HAM
Umar Patek, mantan gembong teroris yang makin setia pada NKRI
Cerita kepala BNPT bertemu eks teroris Umar Patek di Lapas Porong
Trio teroris blak-blakan soal aksi radikalisme di Indonesia

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini