Istri Juru Diesel KRI Nanggala 402: Suami Sudah Beritahu Risiko Pekerjaannya

Kamis, 22 April 2021 19:06 Reporter : Erwin Yohanes
Istri Juru Diesel KRI Nanggala 402: Suami Sudah Beritahu Risiko Pekerjaannya Istri Juru Diesel KRI Nanggala 402. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Berda Asmara, istri dari Serda Mes Guntur Ari Prasetya juru Diesel Kapal Selam KRI Nanggala 402, mengaku tak memiliki firasat apapun terkait suaminya. Dia berharap, kapal yang ditumpangi sang suami akan dapat ditemukan beserta krunya dalam keadaan selamat.

Dihubungi melalui telepon selulernya, wanita yang berprofesi sebagai Dosen Pendidikan Guru PAUD di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Surabaya ini, mengaku menjalani rutinitas seperti biasa saat sebelum sang suami berangkat tugas berlayar.

Seperti biasa, ia pun diantarkan pulang ke rumah orang tuanya dan sekaligus berpamitan mau berangkat berlayar.

"Biasa saja. Saya diantarkan ke rumah orang tua terlebih dahulu dan pamitan mau berangkat layar, hanya bilang doain selamat dik," katanya, Kamis (22/4).

Ia bercerita, sang suami sebenarnya baru saja selesai rehat 5 hari sehabis menunaikan tugas berlayar. Saat berpamitan, ia mengaku sang suami tidak menunjukkan gelagat lain saat hendak bertugas. Sapaan rutin bahkan kerap dilontarkan saat ia pulang dari bertugas.

"Setiap pulang suami selalu menanyakan kabar saya dan anak selama ditinggal. Beliau juga suka bercanda gurau," katanya.

Ia pun bercerita, sang suami kerap memberitahu tentang risiko pekerjaannya. Bahkan, ia juga pernah menunjukkan video tentang kapal selam yang tenggelam. Ia mengaku, mau tidak mau, siap atau tidak siap, harus siap dengan keadaan apapun. Sehingga, saat berkumpul dengan keluarga, ia merasa sang suami selalu memanfaatkannya secara maksimal.

"Suami saat awal bekerja dahulu sudah memberi tahu saya tentang risiko kerjanya. Nunjukin video kapal selam Rusia yang hilang. Jadi mau tidak mau, siap tidak siap ya harus siap," tuturnya.

Ia mengungkapkan, dirinya baru mengetahui kapal selam hilang kontak saat usai berbuka, pada Rabu petang (21/4) melalui grup ibu-ibu KRI Nanggala-402. Namun, ia juga mengakui jika saat berlayar, sang suami memang tidak bisa dikontak sampai tiga atau empat hari setelah sandar.

"Ternyata hilang kontak kapalnya, dan saya lihat di Google memang ada berita hilang kontaknya," katanya.

Hingga saat ini Berda mengaku masih menunggu kabar KRI Nanggala-402 melalui grup para istri, namun belum ada kabar apapun.

Berda mengungkapkan mengenal suaminya sejak lulus SMA, kemudian mereka menikah setelah dia menempuh dua semester kuliah.

Dari 13 tahun lebih pernikahannya mereka telah dikaruniai satu orang anak perempuan.

"Sampai sekarang usia pernikahan kami sudah 13 tahun empat bulan. Dan sudah punya satu anak perempuan, usia 8 tahun," tuturnya.

Dia mengungkapkan, hari ini kampusnya, Unusa juga menggelar doa bersama secara daring untuk suaminya. "Nunggu kabar resmi juga, mohon doanya supaya segera ada kabar," katanya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini