Istri guru JIS: Suami saya bukan teroris

Jumat, 26 Februari 2016 15:37 Reporter : Anisyah Al Faqir
Istri guru JIS: Suami saya bukan teroris Konferensi Pers kasus JIS. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Raut marah jelas terlihat dari wajah Siska, istri Ferdinand Tjiong, tersangka kasus pencabulan di Jakarta International School (JIS). Dia kesal karena tim kejaksaan menjemput suaminya layaknya tersangka terorisme.

"Suami saya bukan teroris, saya punya anak. Kenapa suami saya diperlakukan seperti itu? Pernah nonton G30S/PKI? Seperti itulah suasananya," keluh Siska dalam konferensi pers di Bangi Kopitiam SCBD Lot 6, Jakarta, Jumat (26/2).

Siska mengungkapkan, tim dari kejaksaan menyambangi rumahnya sekira pukul 02.00 WIB dengan cara menaiki pagar dan menggedor-gedor pintu. Tindakan tersebut sempat membuatnya terpikir sedang didatangi perampok. Rupanya, mereka menjemput suaminya untuk kembali dijebloskan ke dalam sel.

"Benar-benar tidak manusiawi. Ditangkap depan anak saya, akan menjadi trauma anak saya seumur hidupnya. Suami saya tidak bersalah, korban fitnah yang keji. Kenapa mereka seperti itu? Kalau dia (Ferdinand) punya niat tidak baik. Dia hanya menghabiskan waktu dengan keluarga," ujarnya kesal.

Senada, kuasa hukum Neil dan Ferdinand, Patra Zein mengeluhkan tindakan kejaksaan saat menjemput Ferdinan di rumahnya. Mereka tidak pernah mengetahui jika Mahkamah Agung telah menerima permohonan kasasi dari kejaksaan.

"Neil dan istri tidak pernah tahu ada putusan. Dia berangkat ke Bali tanggal 24 Februari, ada itikad baik langsung pulang ke Jakarta untuk menyelesaikan perkara," ungkap Patra.

Dia menyesalkan tindakan dari tim kejaksaan yang memperlakukan mereka layaknya teroris.

"Jika ada berita guru itu ditangkap, itu tidak benar Ferdi ditangkap tanggal 25 Februari jam 02.00 WIB. Ditangkap bak teroris. Kedua guru taat menjalani proses hukum," tutupnya. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini