Istri dianiaya suami sampai disuruh telanjang lalu direkam

Rabu, 25 Juli 2018 15:46 Reporter : Nur Fauziah
Istri dianiaya suami sampai disuruh telanjang lalu direkam Ilustrasi KDRT. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di Depok menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya. NA wanita 23 tahun yang tinggal di Cilodong, Depok, ini sudah tiga tahun mendapatkan perlakuan kasar.

"Saya sudah sering mendapatkan kekerasan oleh suami, tapi kali ini berbeda," kata NA, Rabu (25/7).

Bahkan dirinya sampai diperlakukan tak manusiawi oleh PH pada Senin (23/7) malam. NA dipukuli dan ditelanjangi. Konyolnya lagi, saat diperlakukan seperti itu PH pun sempat merekamnya.

"Saya dipukul, ditendang, dan dilempar pakai kunci. Terus saya divideoin, baju saya dibuka lalu baju dibuang ke kali. Saya cuma pakai tank top saja," ungkapnya.

Penyiksaan itu terjadi saat PH menuding istrinya berhubungan dengan pria lain. Tapi hubungan itu diakui NA sebagai pertemanan biasa.

"Saya kenal sama cowok itu sudah lama sebelum saya nikah sama suami saya. Saya baru dekat ini baru sekarang keseringan curhat sama dia jadi nyaman. Saya akui salah, tapi tidak pernah melakukan hubungan intim sama dia," ceritanya.

Karena dalam kondisi marah, PH terus memukuli NA. NA terpaksa mengakui dia pernah berhubungan intim dengan pria lain agar suaminya berhenti memukuli. "Saya sudah jujur bilang tidak pernah, tapi tetap dipukuli akhirnya saya kesal lalu bilang iya (pernah berhubungan intim). Saya langsung dipukul dan ditelanjangi."

Penyiksaan itu tak berhenti disitu. NA dan anaknya dibawa ke tempat lain dan dirinya kembali disiksa. NA merasa dibohongi karena dia dijanjikan akan dibawa ke rumah orangtuanya.

"Saya dibawa ke lantai dua tempat biliard, di situ saya dipukuli ditendang lalu akhirnya disuruh telanjang dan divideoin lagi. Kepala dan kening bocor, di bawah mata memar, di pipi sampai dagu bengkak," tuturnya.

NA pun diminta untuk membotaki rambutnya sendiri atau suaminya akan terus memukuli. NA pun memilih untuk membotaki kepala. Akhirnya NA pun pulang ke rumah orangtuanya sedangkan sang anak dibawa suaminya.

"Saya pulang diantar oleh orang di tempat itu ke rumah, lalu dia lapor itu semua ke ayah saya dan menyarankan lapor ke polisi karena ini udah KDRT parah," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Kini kasusnya tengah ditangani. "Pelakunya sudah kami amankan barusan. Masih kami dalami keterangan suaminya. Sementara baru itu dulu informasinya," katanya. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini