Istana Hargai Doa SBY, Pemerintah Butuh Dukungan Semua Pihak

Kamis, 29 Juli 2021 10:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Istana Hargai Doa SBY, Pemerintah Butuh Dukungan Semua Pihak SBY dan Jokowi di Istana Negara. ©2014 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman berterima kasih kepada Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas doa yang dipanjatkan untuk pemerintah dan rakyat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dalam doa yang dipanjatkan, SBY tampak merasa khawatir dengan kondisi Indonesia yang tak kunjung keluar dari pandemi Covid-19.

"Doa pak SBY sangat mulia dan sangat dihargai," kata Fadjroel kepada merdeka.com, Kamis (29/7).

Fadjroel pun berterima kasih kepada seluruh pihak telah bekerja sama menangani pandemi saat ini. Sebab, kata dia, Covid-19 tidak bisa berakhir tanpa dukungan seluruh pihak. Sebab itu, dia meminta agar seluruh masyarakat juga bisa bergotong-royong.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Pandemi ini hanya bisa kita hadapi dengan bergotongroyong," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak merasa khawatir dengan kondisi Indonesia yang tak kunjung keluar dari pandemi Covid-19. Bahkan SBY memohon doa kepada Tuhan untuk membimbing pemerintah dan rakyat Indonesia.

Kegusaran SBY ini tampak dari tulisannya di Twitter, @SBYudhoyono, Rabu (28/7). SBY berharap, pandemi segera berakhir.

Dalam tulisannya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini meminta Tuhan selamatkan negeri ini. Berikan petunjuk kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dan rakyat Indonesia agar pandemi segera berakhir.

"Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin," tulis SBY, dikutip merdeka.com, Kamis (29/7).

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang berkomentar tentang penanganani pandemi Covid-19. Bahkan, Ibas khawatir, Indonesia menjadi negara gagal karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.

"Begini ya, Covid-19 makin ‘mengganas’. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," ujar Ibas, Rabu (7/7).

Ibas menilai, pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Kata dia, dari kurangnya tabung oksigen menunjukkan antisipasi yang lemah dari Pemerintah.

‘"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” ujar Putra kedua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini