ISIS dan Ilegal Fishing bakal dibahas sidang Interpol

Senin, 7 November 2016 11:46 Reporter : Juven Martua Sitompul
ISIS dan Ilegal Fishing bakal dibahas sidang Interpol Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka sidang Interpol ke 85 di Nusa Dua, Bali. ©2016 Merdeka.com/Juven

Merdeka.com - Sidang umum Interpol ke 85 resmi digelar setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memukul gong tanda telah dibuka. 167 negara akan membahas berbagai isu internasional dalam sidang tersebut.‎

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan salah satu poin yang bakal dibahas dalam sidang itu adalah menentukan rencana global untuk merespon ancaman keamanan dunia yang terus meningkat. Khususnya, terkait gerakan ISIS yang mulai menyentuh Indonesia.

"Orang bergabung dengan ISIS di Suriah, terus berkembang di negara kami seiring dengan kemajuan teknologi. Kita harus fokus dan memperhatikan pencegahan dan penegakan hukum," kata Tito di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (7/11).

Tito menuturkan selain ISIS dan aksi terorisme, persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Ilegal Fishing dan Cybercrime pun akan dibahas dalam sidang.

"Saya mendorong semua pihak untuk berbagi, belajar dari satu sama lain, mengingat tugas utama kita untuk melayani melindungi menjaga keamanan dunia dan memerangi kejahatan," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Tito ‎pun menyebut satu kehormatan besar Indonesia menjadi tuan rumah sidang umum Interpol ke 85. Mengingat, ini kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah sidang umum Interpol.

"Ini sebuah kehormatan berada di pembukaan sidang umum ke 85. Karena ini kali pertamanya Indonesia jadi tuan rumah. Hari ini tidak akan terlupa," pungkas Tito. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini