IPW sebut mahasiswa tusuk Intelmob bermaksud ledakkan Mako Brimob

Jumat, 11 Mei 2018 15:26 Reporter : Nur Habibie
IPW sebut mahasiswa tusuk Intelmob bermaksud ledakkan Mako Brimob Polisi gelar razia di seskitar Mako Brimob. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia Police Watch (IPW) merasa perihatin terhadap aksi penusukan yang terjadi pada Kamis (10/5) malam kemarin yang menimpa anggota Intelmob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, atas nama Marhum Prencje (41). Karena peristiwa penusukan yang memakan 5 anggota Polri hingga tewas itu terjadi dua hari pasca insiden atau kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob di blok narapidana terorisme.

"Indonesia Police Watch merasa prihatin dengan peristiwa ini, apalagi terjadi pasca kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi terbunuh," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (11/5).

Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sumber yang dapat dipercaya (A1). Sumbernya itu mengatakan bahwa dua anggota Brimob melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob.

"Dari info A1 yang dikumpulkan IPW menyebutkan, Kamis malam 10 Mei 2018 pukul 23.45 dua Intel Brimob melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob. Sepertinya ketiganya diduga membawa bahan peledak. Kedua Intel Brimob itu, Briptu Norman dan Briptu G pun berusaha membekuk ketiganya. Namun hanya satu yang tertangkap," ngakunya.

Sedangkan dua temannya berhasil kabur, dengan membawa bahan peledaknya. Satu orang yang ditangkap itu pun lalu dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob. Lalu, saat diperiksa satu orang yang ditangkap itu diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung siang Jabar.

"Saat diperiksa, yang tertangkap itu izin ke toilet karena lama tak muncul Bripka Marjin Prancis mendatangi toilet. Saat itulah yang tertangkap melakukan serangan dan menikam anggota Brimob itu bertubi tubi," jelasnya.

Karena mendengar keributan di toilet, teman-temannya pun langsung mendatangi TKP dan berhasil membekuk satu orang yang tertangkap itu. Sementara, untuk Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, dan sekitar pukul 02.40, korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

Dengan adanya kejadian tersebut, IPW benar-benar merasa sangat prihatin dengan peristiwa itu karena terjadi di Mako Brimob pasca insiden atau kerusuhan di rutan Salemba cabang Kelapa Dua, Mako Brimob.

"IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana. Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob. Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat," tandasnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini