Ipda Perida tidak gentar meski Sonya mengaku anak jenderal

Kamis, 7 April 2016 14:45 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ipda Perida tidak gentar meski Sonya mengaku anak jenderal Ipda Perida Panjaitan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Ipda Perida Panjaitan, Polwan yang dibentak siswi SMA mengaku tidak takut meskipun sang pelajar mengaku putri seorang jenderal. Menutur dia, kejadian itu sudah biasa dialaminya.

"Enggak (takut), sudah biasa ya. Dalam melaksanakan tugas banyaklah yang seperti itu. Banyaklah yang seperti ini, seperti itu," ucap Perida, di Medan Kamis (7/4).

Begitu mendengar nama Arman Depari, Perida mengakui bayangannya langsung kepada Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari.

"Siapa lagi (kalau bukan Irjen Arman Depari). Tapi kembali, saya hanya melaksanakan tugas saja, kita kan harus cari bukti dulu, nggak ada hubungan ke sana sih. Tetap nggak takut, biasa saja," kata Perida.

Panit Patwal Satlantas Polresta Medan itu, bahkan mempersilakan siswi tersebut mencatat nama dan pangkatnya yang tertera jelas di seragam. Dia tidak menanggapi ancaman akan diturunkan jabatan.

"Ya namanya anak SMA, masih labil, makanya kita tanggapi dengan 'iya iya saja'," ujarnya.

Ketika ditanya, jika tidak takut kenapa siswi tersebut dilepas, Perida mengatakan patroli yang mereka lakukan sifatnya persuasif, bukan penindakan tilang. Petugas hanya diperintahkan untuk mengimbau, membubarkan, dan memberi nasihat para siswa.

"Kalau sudah melanggar banget, seperti membawa tongkat, ya kita bawa ke kantor,"

jelasnya.

Sementara surat kendaraan dan izin pengemudi juga lengkap. Mereka dihentikan karena konvoi dan membuka pintu bagasi belakang. Selain itu, kebetulan mobil Honda Brio yang ditumpangi Sonya dan kawan-kawan berada di barisan paling belakang, sehingga dapat dihentikan.

Seperti diberitakan, seorang siswi yang belakangan diketahui bernama Sonya bertindak arogan setelah mobil Honda Brio yang mereka tumpangi dihentikan ketika konvoi di Jalan Sudirman, Medan, Rabu (6/4) sore. Siswi yang baru melakukan aksi corat-coret setelah UN itu disetop karena membuka pintu bagasi belakang.

Selain protes, siswi itu mengancam perwira Polantas dan menyatakan dirinya anak dari Arman Depari. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucapnya kepada Perida.

Peristiwa ini pun menjadi pemberitaan dan ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi, Deputi Pemberantasan badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari membantah siswi itu anaknya. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini