Inovasi pengelolaan BUMDes Banyuwangi jadi acuan desa di Sidoarjo

Rabu, 3 Januari 2018 09:43 Reporter : Nanang Ichwan
Inovasi pengelolaan BUMDes Banyuwangi jadi acuan desa di Sidoarjo Kasi perekonomian Kecamatan Gedangan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Perubahan ekonomi pedesaan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui inovasi yang digagas Bupati Abdullah Azwar Anas menjadi acuan daerah lain.

Salah satunya Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Camat Gedangan, Abdul Muid, memboyong Kasi Perekonomian dan 15 kepala desa (Kades), serta perwakilan tim penggerak PKK baik tingkat kecamatan maupun desa.

Mereka berkunjung ke Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi untuk belajar pengelolaan badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dinilai sukses.

Camat Gedangan Abdul Muid, ketika dikonfirmasi mengaku, banyak mendapat pengalaman dan ilmu dari kunjungan tersebut.

"Banyak ilmu dan inovasi-inovasi yang kami dapat," ujarnya, ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (2/1).

Salah satu inovasinya, kata Abdul Muid, semangat membangun BUMDes, meskipun sempat jatuh bangun.

"Semangat itu yang menjadi inspirasi, meskipun sempat jatuh bangun akhirnya bisa sukses," ujarnya.

Kata Abdul Muid, pelajaran yang patut dicontoh dan diterapkan di wilayahnya adalah semangat pantang menyerah dalam segala usaha, termasuk semangat dalam mendirikan BUMDes agar bisa sukses.

"Kuncinya itu semangat, pantang menyerah, penuh harapan dan doa," ungkapnya.

Dia mengaku, Desa Ketapang dipilih sebagai study banding karena satu-satunya desa yang mandiri dan sukses di Jawa Timur, mampu mengolah BUMDes.

"Hasil dari belajar itu, akan kami adopsi di desa se-Kecamatan Gedangan. Dari situ kami dapat banyak ilmu baru, termasuk inovasi-inovasi lainnya," katanya.

Diketahui, Desa Ketapang merupakan desa yang mandiri berkat usaha BUMDes Citra Mandiri. Desa berinovasi yang memiliki 3.767 hektare, dengan penduduk sebanyak 25.400 jiwa itu mampu menghasilkan pendapatan rata-rata sekitar Rp 14 juta/bulan.

Keberhasilan itu tidak lepas dari inovasi Kepala Desa Slamet Kasihono, serta bimbingan dari pihak Pemkab Banyuwangi. Meski sempat jatuh bangun, BUMDes yang dulunya koperasi itu mampu meraih pendapatan asli desa (PADdes) rata-rata Rp. 100 juta/tahun. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini