Injak Poster Macron, Ibu-Ibu di Medan Serukan Boikot Produk Prancis

Jumat, 30 Oktober 2020 15:32 Reporter : Yan Muhardiansyah
Injak Poster Macron, Ibu-Ibu di Medan Serukan Boikot Produk Prancis Ibu-Ibu di Medan Serukan Boikot Produk Prancis. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Aksi protes terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berlangsung di Kota Medan. Protes disampaikan belasan pengunjuk rasa didominasi ibu-ibu berunjuk rasa di depan Masjid Al Yasamin, Jalan Iskandar Muda Baru, Medan, Jumat (30/10) siang.

Pernyataan Macron dinilai telah menghina agama Islam dan mendiskreditkan Muslim dengan mengaitkannya dengan tindakan terorisme. Dia juga menyatakan tidak akan melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW, hal yang sangat ditentang umat Islam.

Macron menyampaikan pernyataannya menyusul pembunuhan terhadap Samuel Paty, seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW, kepada siswanya. Dia dipenggal remaja Muslim keturunan Chechnya berusia 18 tahun, Abdullah Anzorov, yang kemudian ditembak mati polisi.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga menginjak gambar Macron, lalu merobek-robeknya.

Para pengunjuk rasa juga mengajak masyarakat memboikot produk-produk dari negara Prancis. Dua tas buatan Prancis mereka rusak dengan pisau sebagai sebagai simbol ajakan itu. "Kami rela mati demi Rasulullah," teriak seorang itu sambil membanting dan menginjak tas warna merah marun.

Pengunjuk rasa tidak rela Rasulullah dijadikan dihina. "Zaman ini kami mendengarnya (penghinaan), dan bagi kami itu penghinaan yang paling berat. Ayah kita saja dihina kita tak terima. Bagi kami tidak ada cara lain. Hanya inilah yang bisa kami lakukan," kata Bunda Roni, salah seorang pengunjuk rasa.

Unjuk rasa berlangsung sekitar 30 menit. Selesai melakukan aksinya, belasan pendemo membubarkan diri. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini