Ini wajah baru Gang Dolly yang diimpikan Risma

Rabu, 11 Desember 2013 15:14 Reporter : Moch. Andriansyah
Ini wajah baru Gang Dolly yang diimpikan Risma gang dolly. ©2013 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Kawasan prostitusi Gang Dolly segera hilang dari Surabaya. Rencananya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini , bakal menjadikan tempat itu sebagai sentra bisnis dan perdagangan.

Kepala badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji memaparkan, dalam desain rencana pembangunan nantinya, 12 kawasan eks lokalisasi, termasuk Gang Dolly yang akan dijadikan Unit Pengembangan (UP) oleh Pemkot Surabaya.

"12 Kawasan eks lokalisasi itu akan menjadi prioritas pembangunan. Di kawasan yang disebut dengan Unit Pengembangan tersebut akan dibangun fasilitas umum seperti taman, fasilitas olahraga dan fasilitas pelengkap lainnya," kata Agus di Balai Kota Surabaya, Rabu (11/12).

Untuk mengundang pengunjung, Jl Putat yang menjadi lintasan utama menuju Gang Dolly akan dilakukan pelebaran jalan. "Direncanakan, Jalan Putat dilebarkan menjadi sekitar 25 meter. Tujuannya, agar akses transportasi dan bisnis terbuka sehingga kawasan tersebut bisa lebih berkembang," jelasnya.

Agus menambahkan, langkah Pemkot Surabaya merehabilitasi kawasan eks lokalisasi terbagi dalam empat hal, yaitu pemberdayaan sosial, ekonomi, lingkungan, dan bantuan langsung melalui mekanisme hibah. "Pemberdayaan sosial fokus kepada bagaimana agar PSK mau beralih profesi yang memberikan kontribusi positif kepada masyarakat," beber Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran Rp 25.296.103.707 untuk rehabilitasi empat eks lokalisasi, yaitu Klakah Rejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari.

Sementara untuk rehabilitasi Gang Dolly, Agus belum berani memperkirakan total dana yang dianggarkan. Sebab, sampai saat ini, pihak Pemkot Surabaya masih melakukan pendataan, berapa dan apa yang dinginkan warga sekitar pasca-rehabilitasi tersebut.

Risma sendiri sangat antusias melaksanakan niatnya itu, setelah beberapa kali mengunjungi sekolah yang terletak di kawasan prostitusi. Seperti janji Risma, sebelum bulan Ramadhan 2014, Gang Dolly sudah harus rata dengan tanah.

"Kalau sekadar menutup saja, sekarang pun bisa. Tapi masalahnya, kami harus menyiapkan tindakan pasca-penutupan. Pengkondisian itu yang jauh lebih berat karena sangat menentukan keberlanjutan kawasan tersebut," kata Risma beberapa hari lalu.

Baca juga:

5 Cara Wali Kota Risma perangi korupsi di Surabaya

Ini cara wali kota Surabaya Risma 'taklukkan' polah DPRD

Wali kota Bandar Lampung pamer keberhasilan ke Risma

Risma potong anggaran pejabat dan larang rapat di hotel

Berkat sistem elektronik, Tri Rismaharini klaim hemat Rp 800 M [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Gebrakan Risma
  2. Prostitusi
  3. Gang Dolly
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini