Fenomena Kelainan Seksual 5

Ini tuntunan hubungan seks yang benar dalam agama

Minggu, 23 Agustus 2015 09:05 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Ini tuntunan hubungan seks yang benar dalam agama Ilustrasi hubungan seks. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Maraknya perilaku seks menyimpang pada era modern, makin mendapat tentangan dari sejumlah pihak, terutama dari kalangan ahli agama.

Apalagi, santer merebak kabar dari Amerika Serikat telah mengesahkan undang-undang pernikahan sejenis, makin riuh berbagai kalangan untuk berpendapat mengenai hal tersebut.

Lalu, bagaimana hubungan seks yang dibenarkan dari pandangan agama?

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, pernikahan adalah satu-satunya prosedur yang baik jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan biologisnya dengan jalan berhubungan seksual.

"Satu-satunya pintu antara pria dan wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, yaitu berhubungan seksual, hanyalah melalui pintu pernikahan yang sah," ujar Ni'am saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (21/8).

"Karena jika tanpa melalui pernikahan, hubungan seksual antara sepasang lawan jenis itu, hanya akan menimbulkan dampak buruk dari sekedar pemenuhan biologis tersebut," katanya menambahkan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini juga menekankan, pernikahan yang layak dilakukan tentunya adalah yang memenuhi semua aspek ketentuan syarat dan hukum nikah yang berlaku.

Dirinya bahkan menyebut, penyimpangan seksual demi sekadar pemenuhan kebutuhan biologis tidak sesuai sebagaimana kodratnya, bukan hanya ditentang oleh seluruh aspek yang ada di kehidupan masyarakat, melainkan juga merupakan bentuk tindakan kriminal.

"Pernikahan itu pun ada ketentuan syarat dan hukum yang harus dipenuhi. Seperti misalnya rukun-rukun nikah, ketentuan hukum terkait masing-masing calon mempelai, dan lain hal sebagainya yang mendukung sah nya sebuah pernikahan," ujar Ni'am.

"Karena, penyaluran hasrat seksual dan pemenuhan kebutuhan biologis yang dilakukan antar sesama jenis, tidak hanya bertentangan dengan aspek agama, moral, sosial dan budaya, tapi juga merupakan perbuatan kriminal," pungkasnya. [efd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini