Ini Sebaran 333 Titik Penyekatan yang Disiapkan Polri untuk Cegah Pemudik

Rabu, 14 April 2021 12:19 Reporter : Merdeka
Ini Sebaran 333 Titik Penyekatan yang Disiapkan Polri untuk Cegah Pemudik kendaran diputar balik di tol Cikupa. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Korlantas Polri menyiapkan 333 pos penyekatan untuk mencegah pengendara yang nekat mudik pada lebaran 2021. Kebijakan larangan mudik mulai berlaku 6 Mei sampai 17 Mei 2021 mendatang.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan menyebut pos penyekatan tersebar dari Polda Lampung sampai Polda Bali.

Rudy merinci, dari total 333 pos penyekatan, Polda Lampung menyiapkan 8 titik pos penyekatan. Kemudian Polda Banten 16 titik pos penyekatan. Berikutnya Polda Metro Jaya 8 titik pos penyekatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat 132 titik penyekatan. Lalu Polda Jawa Tengah 149 titik penyekatan. Sementara itu Polda Daerah Istimewa Yogyakarta 10 titik penyekatan. Sedangkan Polda Jawa Timur 7 titik penyekatan. Dan Polda Bali 5 titik penyekatan.

"Sebanyak 333 titik lokasi penyekatan arus lalu lintas pada operasi ketupat 2021," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono memerintahkan kepada jajarannya agar memetakan titik-titik lokasi yang berpotensi dijadikan jalur tikus untuk masyarakat berangkat mudik lebaran 2021.

Menurutnya, dengan 333 titik yang telah disiapkan dirasa dapat mengadang laju para pemudik yang tanpa izin menggunakan jalur-jalur tikus, baik dari Jakarta ke luar daerah maupun sebaliknya.

"Dengan 333 titik yang disiapkan, saya jamin tidak akan bisa lolos. Jalan tikus mau yang lebih kecil daripada tikuspun akan kita hadang, maupun dari Jakarta menuju Jawa," kata Istiono kepada wartawan di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/4/2021).

"Termasuk Jakarta menuju Sumatera sudah kita sekat, yaitu pos-pos penyekatan sudah kita bangun, mulai besok sudah saya supervisi, saya tempatkan titiknya di mana," tambahnya.

Hal itu senada dengan upaya untuk membendung laju pemudik ke beberapa daerah yang menjadi lokasi paling banyak dituju, sebagaimana dimulai sejak 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021sesuai larangan pemerintah.

Pasalnya, beberapa daerah yang cukup banyak dituju dan memiliki banyak jalur tikus ada di Jawa Tengah khususnya di daerah Purwokerto dan Banyumas yang akan mulai dipetakan. Terlebih kedua daerah tersebut merupakan tujuan pemudik dari Jakarta.

Sementara untuk di Jawa Barat sendiri pemetaan juga akan dilakukan terhadap jalur-jalur yang berada di utara, tengah, maupun selatan. Semua itu dilakukan demi memutus penyebaran Covid-19 akibat dampak mudik lebaran.

"Polres polsek kita sekat semua, konsisten kita. Ini enggak main-main penyebaran covid ini enggak main-main. Semuanya kita perketat oleh karena itu kenapa tahun 2021 kita tambah. Tahun lalu hanya 146 sekarang 333, jadi kita lebih perketat lagi," tegasnya.

Oleh sebab itu, Istiono berharap kesadaran masyarakat mudik dilakukan ketika memiliki urusan mendesak dan memiliki surat izin khusus. Karena saat ini penyebaran Covid-19 masih melanda seluruh wilayah Indonesia.

"Yang hanya bisa pulang yang hanya ada izin khusus, ada kepentingan. Ini adalah operasi kemanusiaan, tapi tindakan kita persuasif humanis, hanya putar balik arah saja, itu sudah memberikan sanksi kepada mereka," ujarnya.

"Kita sangat berharap kesadaran masyarakat untuk sama-sama memerangi Covid-19 ini. Kalau sama-sama dibangun kesadaran petugas juga lebih ringan. Kalau kita kompak sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," tambahnya.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini