Ini salah satu sebab banyak pelajar merokok

Minggu, 30 Agustus 2015 10:15 Reporter : Mappesona
Ini salah satu sebab banyak pelajar merokok Ilustrasi rokok. ©Shutterstock/Nomad_Soul

Merdeka.com - Di era tahun 70-an hingga tahun 80-an, merokok bagi murid atau siswa sekolah seolah diharamkan. Selain membahayakan kesehatan, rokok bagi sebagian orangtua mengidentikannya dengan kenakalan, pembangkangan, tidak santun karena selama ini kegiatan merokok dilakukan orang dewasa.

Dulu, jika siswa ditemukan merokok, maka hukumnya dipastikan berat. Guru yang bertugas di Bimbingan Konseling (BK) atau Bimbingan Penyuluhan (BP) langsung memberikan tindakan seperti memberi kesempatan bagi siswa bersangkutan itu merokok sebanyak-banyaknya dalam ruangan tertutup selama berjam-jam hingga siswa itu kapok.

Hukuman paling ringan adalah membersihkan seluruh kamar mandi/WC di sekolah. Jika hukuman-hukuman itu tidak mempan, masih juga ditemukan berkali-kali merokok maka konsekuensinya siswa bersangkutan harus dikeluarkan dari sekolah.

Namun saat ini, rokok bagi siswa bukan lagi hal baru bahkan mungkin bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, takut disetrap atau takut dihukum. Di mana-mana terlihat anak-anak yang masih berstatus pelajar itu merokok, termasuk di lingkungan sekolah. Apa tindakan guru atau sekolah dengan kenyataan ini?

Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sulsel Salam Soba mengatakan, guru-guru sudah menyerah. Berkali-kali ditegur, siswa-siswa masih tetap merokok. Jika bertindak tegas, justru yang terancam adalah guru bersangkutan. Di era reformasi saat ini, tindakan tegas guru akan disebut menghalangi kebebasan, melanggar HAM, kekerasan terhadap anak.

"Yah guru saat ini sudah tidak sanggup membimbing," kata Salam Soba yang ditemui saat konferensi pers peneliti soal hasil monitoring iklan rokok di sekitar sekolah, Minggu, (30/8) di sekretariat Yayasan Jantung Sehat Indonesia, Sulsel.

Dia membandingkan, soal merokok bagi siswa itu adalah larangan keras. Keputusan Dewan guru yang disepakati orang tua siswa, manakala ada siswa ditemukan merokok maka langsung dikeluarkan dari sekolah.

Kata Salam Soba, sebenarnya sudah ada Peraturan Gubernur Sulsel soal larangan merokok bagi siswa tapi belum tersosialisasi dengan baik karena ada aturan lain yang membatasi. "Siswa dipelintir saja saat ini sudah disebut kekerasan terhadap anak," pungkasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Larangan Merokok
  2. Bahaya Rokok
  3. Makassar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini