Profil Ani Idrus, Perempuan yang Jadi Ikon di Google Doodle Hari Ini

Senin, 25 November 2019 11:55 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Profil Ani Idrus, Perempuan yang Jadi Ikon di Google Doodle Hari Ini Ani Idrus. ©2019 google

Merdeka.com - Seorang wartawati senior, Ani Idrus, muncul di Google Doodle. Sosok Ani Idrus dikenal sebagai wartawati senior yang mendirikan beberapa organisasi, koran dan majalah.

Perempuan kelahiran 25 November 1918 ini tak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Berikut profil Ani Idrus, wartawati senior yang punya banyak pengalaman di bidang politik:

1 dari 4 halaman

Menerbitkan Majalah dan Koran

Sebagai seorang wartawati senior, Ani Idrus ternyata pernah menerbitkan beberapa koran dan majalah dengan berbagai topik. Pada 1938, Ani Idrus menerbitkan majalah politik Seruan Kita bersama dengan suaminya, H Mohamad Said. Kemudian pada 1947, Ani dan suaminya menerbitkan Harian Waspada. Tak sampai di situ, Ani menerbitkan majalah Dunia Wanita pada 1949.

Tak hanya majalah dan koran, Ani Idrus juga berkontribusi dalam sebuah organisasi. Ani ikut mendirikan dan menjadi salah satu pengurus di Persatuan Wartawan Indonesia Medan pada 1951. Kemudian pada 1959, Ani mendirikan Yayasan Balai Wartawan Medan, dan juga mendirikan Yayasan Akademi Pers Indonesia.

2 dari 4 halaman

Awal Mula Terjun Sebagai Wartawan

Ani Idrus mengawali karirnya sebagai wartawan pada tahun 1930. Kala itu, Ani mulai menulis di Majalah Panji Pustaka Indonesia. Kemudian pada tahun 1936, Ani bekerja di Sinar Deli Medan sebagai pembantu pada majalah Politik Penyedar.

Karena Ani sudah berkecimpung di dunia jurnalistik selama 25 tahun, Ani menerima penghargaan dari PWI Medan pada tahun 1959.

3 dari 4 halaman

Perjalanan Jurnalistik Sampai ke Luar Negeri

Tak hanya di dalam negeri, Ani juga bertemu dengan wartawan dari negara lain. Pada 1953, saat Ani menjadi wartawan Waspada, Ani bersama rombongan wartawan lainnya berkunjung ke Jepang untuk acara 'Fact Finding' Pemerintah RI, yang kala itu diketuai oleh Dr Sudarsono. Acara ini membicarakan soal pembayaran Pampasan Perang. Kemudian pada 1954, Ani pernah berkunjung ke Republik Rakyat Tiongkok.

Setelah itu, tahun 1955, Ani pernah mengunjungi beberapa negara lainnya, seperti Belanda, Belgia, Perancis, dan Italia. Lalu pada 1956, Ani berkunjung ke Amerika Serikat, Mesir, Turki, Jepang, Hongkong, dan Thailand. Tahun 1961 dan 1962, Ani mengunjungi Inggris dan Jerman Barat serta Paris.

Ani Idrus juga dikenal dekat dengan pemerintah. Tahun 1963, Ani ikut dengan rombongan Menteri Luar Negeri Subandrio ke Manila, Filipina. Kemudian, pada tahun yang sama, Ani ikut rombongan Presiden RI ke Irian Jaya (Papua) dalam rangka penyerahan Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia. Lalu pada 1976, Ani Idrus ikut rombongan Adam Malik menghadiri KTT Non-Blok di Sri Lanka.

4 dari 4 halaman

Pernah Menjadi Anggota Partai

Selain dikenal sebagai wartawati senior, Ani juga pernah menjadi anggota partai. Tahun 1934, Ani menjadi anggota 'Indonesia Muda' dan menjadi Wakil Ketua. Kemudian pada 1937, Ani menjadi anggota Partai 'Gerakan Rakyat Indonesia' (GERINDO) di Medan. Pada 1949, Ani menjadi anggota Partai Nasional Indonesia (PNI) dan menjabat sebagai Ketua Penerangan. Ani juga pernah menjabat sebagai anggota Pleno Pusat PNI di Jakarta. [dan]

Baca juga:
Google Doodle Rayakan Halloween Lewat Teka-Teki Pintu Misterius
Google Doodle Turut Rayakan Pemilu 2019
Mengenal lebih dekat Dr. Maya Angelou, sosok yang muncul di Google Doodle hari ini
Dr. Maya Angelou muncul di Google Doodle, siapakah dia?
Google Doodle rayakan sosok George Peabody sebagai Bapak Filantropi
Google rayakan lahirnya maestro seni tari dan lukis Indonesia, Bagong Kussudiarja

Topik berita Terkait:
  1. Google Doodle
  2. Wartawan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini