Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (3)

Rabu, 27 Juli 2016 12:17 Reporter : Yulistyo Pratomo
Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (3) Jokowi umumkan reshuffle Kabinet Kerja. ©2016 Merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle di Kabinet Kerja. Di samping melakukan pergeseran, Jokowi juga melakukan penyegaran dengan mengganti sebagian pembantunya dengan nama-nama baru.

Menteri lama yang terkena pergeseran antara lain Luhut Binsar Pandjaitan yang akan menempati jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, kemudian Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selanjutnya, Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional. Terakhir, Thomas Trikasih Lembong diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Selain mereka, berikut sembilan nama baru yang akan menempati posisi di Kabinet Kerja:

1 dari 3 halaman

Airlangga Hartarto

airlangga hartarto. ©blogspot.com

Airlangga Hartarto yang merupakan politikus senior Partai Golkar dipercaya menjadi Menteri Perindustrian. Posisi tersebut sebelumnya diisi oleh Saleh Husin, yang merupakan kader Partai Hanura.

Sebelum dipercaya Jokowi, Airlangga pernah diangkat sebagai Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 20011-2014. Dia juga sempat menjadi Ketua Komisi VII DPR yang membidangi energi, lingkungan hidup dan ristek.

Lelaki kelahiran 1 Oktober 1962 ini pernah tercatat sebagai Wakil Bendahara dalam Pengurus DPP Partai Golkar periode 2004-2009, dan kembali menempati posisi Ketua DPP pada pengurusan periode 2009-2015.

Dia pernah terpilih kembali menjadi anggota DPR periode 2009-2014 untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN.

Airlangga adalah putra dari Ir Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

2 dari 3 halaman

Arcandra Tahar

Arcandra Tahar. ©2016 Merdeka.com

Dr Arcandra Tahar dipilih Jokowi sebagai menteri ESDM. Nama yang belum terlalu dikenal di kalangan publik Indonesia. Namun cukup disegani di dunia internasional.

Arcandra saat ini menjabat Presiden di Petroneering Consulting Houston di Texas sejak tahun 2013. Sebelumnya dia sudah makan asam garam bekerja sebagai ahli di berbagai perusahaan dunia.

Pria bergelar Phd juga memiliki hak paten untuk teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform. Dia kerap diundang sebagai pakar untuk berbicara ke seluruh dunia. Di Indonesia, Pertamina beberapa kali meminta sarannya.

Arcandra lulus S1 di Teknik Mesin ITB lalu melanjutkan S2 dan S3 di Texas A&M University Ocean Engineering Amerika. Di usia 45 tahun, prestasinya sudah diakui dunia.

Beberapa sumber menyebut, Arcandra sudah lama sering berdiskusi dengan Presiden Jokowi soal ESDM.

3 dari 3 halaman

Asman Abnur

Asman Abnur. ©alazharbatam.com

Asman Abnur merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Asman akan dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Yuddy Chrisnandi.

Asman merupakan pria Minangkabau asal Pariaman, lahir dari pasangan H. Aburuddin Hamzah dan Hj. Nurcahya. Ayahnya merupakan seorang pedagang emas di Tanjung Pinang dan Batam.

Setelah mendapatkan gelar sarjana, Asman melanjutkan usaha orangtuanya dengan berjualan emas. Dari usaha ini, dia bisa mengembangkan berbagai macam jenis usaha, di antaranya SPBU, restoran, apotek, pusat kebugaran, Bank Perkreditan Rakyat Konvensional dan Syariah, dan money changer.

Dia juga pernah memegang berbagai posisi penting, di antaranya Ketua HIPMI Batam dan Ketua Kadin Batam. Kini aktivitas bisnisnya merentang antara Batam, Singapura, dan Jakarta.

Asman kemudian memulai karier di bidang politik dengan menduduki kursi DPRD Kota Batam peride 1999-2004. Lalu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam, sebelum memutuskan mundur karena ingin maju menjadi wakil rakyat di DPR.

Pada tahun 2004, Asman menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PAN. Hingga saat ini, dia masih menduduki kursi parlemen mewakili daerah pemilihan Kepulauan Riau. Di DPR dia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi X dan Ketua Panitia Kerja (Panja) BUMN.

  [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini