Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (2)

Rabu, 27 Juli 2016 12:08 Reporter : Yulistyo Pratomo
Ini profil 9 menteri baru di Kabinet Kerja Presiden Jokowi (2) Jokowi umumkan reshuffle Kabinet Kerja. ©2016 Merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle di Kabinet Kerja. Di samping melakukan pergeseran, Jokowi juga melakukan penyegaran dengan mengganti sebagian pembantunya dengan nama-nama baru.

Menteri lama yang terkena pergeseran antara lain Luhut Binsar Pandjaitan yang akan menempati jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, kemudian Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selanjutnya, Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional. Terakhir, Thomas Trikasih Lembong diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Selain mereka, berikut sembilan nama baru yang akan menempati posisi di Kabinet Kerja:

1 dari 3 halaman

Budi Karya Sumadi

Budi Karya Sumadi. ©twitter.com

Budi Karya Sumadi merupakan sosok profesional yang akan menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan. Sampai saat ini, Budi masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II.

Sebelum mencapai jabatan sekarang ini, Budi Karya lama berkecipung di Badan Usaha Milik daerah (BUMD). Dia memulai kariernya sebagai Arsitek Perencana pada Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya pada 1982 dan Arsitek Perancang pada tahun yang sama.

Dia pernah menduduki posisi sebagai Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol selama beberapa tahun berikutnya. Kemudian, dia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Budi Karya sempat diisukan untuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum. Namun gagal menduduki posisi tersebut, alhasil dia ditempatkan untuk menjadi Direktur Utama Angkasa Pura II.

2 dari 3 halaman

Muhajir Effendi

Muhajir Effendi. ©umm.ac.id

Dianggap berpengalaman di dunia pendidikan, Prof Muhajir Effendi dipercaya oleh Presiden Joko Widodo masuk ke dalam Kabinet Kerja. Dia akan mengisi posisi sebagai Menteri Pendidikan Nasional menggantikan Anies Baswedan.

Prof Muhajir sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Jabatan tersebut dia emban selama tiga periode, sebelum akhirnya digantikan oleh wakilnya sendiri.

Setelah tidak lama menjabat, Muhajir tetap konsen dengan dunia pendidikan. Dia selalu mengamati kebijakan pemerintah terhadap proses pendidikan di tanah air, dan tetap setia kepada organisasi Muhammadiyah.

Pengalamannya sebagai akademisi membuat Jokowi tertarik dengan kemampuannya. Anies pun dipaksa melepaskan jabatannya untuk digantikan oleh Muhajir.

3 dari 3 halaman

Enggartiasto Lukito

Enggartiasto Lukito. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Enggartiasto Lukita pernah bergabung dengan Partai Golkar dan berhasil duduk sebagai anggota DPR sebanyak dua periode, yakni tahun 1997-1999 dan 2004-2009. Sebelum Pemilu 2014 lalu, tepatnya tahun 2013 dia sempat menyeberang ke Partai NasDem besutan bos media Surya Paloh.

Dalam pengumuman reshuffle, Enggar dipercaya menjadi Menteri Perdagangan, posisi yang sebelumnya diemban oleh Thomas Trikasih Lembong. Thomas kini digeser menjadi Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).

Di dunia usaha, Enggartiasto Lukita menekuni bidang properti dan menjabat beberapa perusahaan antara lain sebagai Komisaris Utama PT Unicora Agung, Dirut PT Kartika Karisma Indah, Dirut PT Kemang Pratama, Dirut PT Bangun Tjipta Pratama, dan Direktur PT Supradinakarya Multijaya (1994-2004).

Di partai barunya, Enggar dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan terpilih kembali sebagai anggota DPR pada Pemilu 2014. Enggartiasto Lukita tercatat pernah memegang jabatan antara lain Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), periode 1992-1995.

  [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini