Ini Peran Tujuh Tersangka Kasus Penipuan dan Pemalsuan Data WanaArtha Life

Rabu, 3 Agustus 2022 15:41 Reporter : Merdeka
Ini Peran Tujuh Tersangka Kasus Penipuan dan Pemalsuan Data WanaArtha Life nasabah WanaArtha mengadu ke DPR. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis asuransi WanaArtha Life. Para tersangka memiliki peran masing-masing.

"Terkait perkara PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha penyidik Unit 3 Subdit 5 Dittipideksus Polri telah menetapkan 7 orang tersangka," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

Tujuh tersangka itu adalah mantan Direktur Utama PT WanaArtha Life berinisial YY, mantan Direktur Keuangan PT WanaArtha Life berinisial DH, Manager Produk Wal Invest PT WanaArtha Life berinisial YM dan Head Accounting PT WanaArtha Life berinisial TK.

Kemudian pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated companies dan PKWT ahli investasi berinisial MA, Komisaris Utama dan pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated Companies berinisial EL serta Head Divisi Marketing dan mantan Wakil Direktur Investasi PT WanaArtha Life berinisial RF.

2 dari 2 halaman

Peran

Tersangka YY selaku mantan Direktur Utama PT WanaArtha Life berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana. Kemudian tersangka DH selaku mantan Direktur Keuangan berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana.

Sementara tersangka YM selaku Manager Produk Wal Invest, terlibat melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. Sedangkan tersangka TK selaku Head Accounting, terlibat meneruskan perintah dari MA untuk melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan kepada YM dan menyediakan data palsu kepada KAP.

Selanjutnya tersangka MA selaku pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated companies dan PKWT ahli investasi, terlibat menyuruh melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. MA juga berperan melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Lalu tersangka EL selaku Komisaris Utama dan pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated Companies, juga terlibat melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Terakhir tersangka RF selaku Head Divisi Marketing dan mantan Wadir Investasi, ikut terlibat menikmati penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Dalam kasus ini, Pasal yang dipersangkakan berkaitan dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2014 terkait penyampaian informasi tidak benar kepada pemegang polis, dan pasal 76 terkait dengan penggelapan premi asuransi dan Pasal 81 juncto 82 terkait korporasi asuransi.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com [gil]

Baca juga:
Jawab Keluhan Nelayan, Ganjar Pranowo Beri Asuransi hingga Bantu Pasokan Solar
Mengenal Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Mana yang Harus Lebih Dulu Dimiliki?
Ada Kelas Standar, BPJS Kesehatan Pastikan Iuran Tak Naik
Perekayasa Kematian di Cikarang Raup Rp15 Miliar dari 4 Klaim Polis Asuransi
OJK Godok Aturan Pemasaran Produk Asuransi Lewat Platform Digital
Bareskrim Periksa Direksi WanaArtha Life Terkait Kasus Penipuan
Bocoran Negosiasi Calon Investor Baru WanaArtha Capai 50 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini