Ini Penyebab Bos Pengadaan Pembersih Lantai Terseret Kasus Kebakaran Kejagung

Jumat, 23 Oktober 2020 17:25 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Ini Penyebab Bos Pengadaan Pembersih Lantai Terseret Kasus Kebakaran Kejagung Perbaikan Gedung Kejaksaan Agung Yang Terbakar. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Polisi menyampaikan, pembersih lantai yang dipakai oleh cleaning service di Kejaksaan Agung mengandung bahan-bahan mudah terbakar. Inilah yang menyebabkan api yang berasal dari lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian menjalar dengan cepat ke hampir seluruh gedung.

Pemaparan itu disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo, Jumat (23/10).

Sambo mengatakan, sumber api berasal dari bara api rokok dari lima pekerja yang merokok sambil bekerja. Padahal, di ruangan itu terdapat barang-barang yang mudah terbakar seperti tiner, lem aibon dan lain-lain.

"Sehingga kesimpulan penyidik bahwa penyebab awal kebakaran di lantai 6 Aula Kepegawaian adalah karena kelalaian dari lima tukang tersebut. Harusnya tidak melakukan kegiatan merokok karena tahu itu bahan berbahaya tapi tetap melakukan," ujar dia.

Sambo menerangkan, api kemudian menjalar ke seluruh gedung. Dari hasil pemeriksaan cleaning service menggunakan alat pembersih yang tidak sesuai ketentuan.

Sambo menyebutkan, alat pembersih lantai bermerek top cleaner diduga yang mempercepat atau akseleran terjadinya penjalaran api di Gedung Kejaksaan.

"Di mana ada minyak yang biasa digunakan cleaning service setiap gedung dan lantai untuk melakukan pembersihan di setiap gedung dan lantai setelah puslabfor melakukan pengecekan adanya fraksi solar dan tiner setiap lantai," ucap dia.

Sambo menyebutkan, top cleaner tidak mengantongi izin edar. Ia menjelaskan sehingga kegiatan pengadaan bahan alat pembersih lantai yang tidak sesuai ketentuan maka terhadap PT Arkan APM dan PPK dari Kejaksaan Agung ditetapkan sebagai tersangka.

"Mereka harus bertanggung jawab terkait penjalaran api yang begitu cepat yang terjadi di kejaksaan," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini