Ini kronologi Amokrane bule pembuat onar tewas ditembak polisi

Senin, 2 Mei 2016 14:24 Reporter : Gede Nadi Jaya
Ini kronologi Amokrane bule pembuat onar tewas ditembak polisi Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Kapolsek Kuta Utara Komisaris Polisi, I Wayan Arta Ariawan menegaskan bahwa polisi terpaksa melumpuhkan mantan petarung Mixed Martial Arts (MMA) ini hingga tewas, lantaran pria berkebangsaan Prancis ini mengancam dan melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

"Anggota kami sudah berikan peringatan sudah tiga kali tembakan. Namun itu tidak membuat bule tersebut menyerah, bahkan menyerang anggota kami dengan sajam," terang Kapolsek Kuta Utara Kompol Arta, Senin (2/5).

Dijelaskannya bahwa penembakan terhadap Amokrane Sabet (49), tidak terjadi di halaman Polsek Kuta Utara. Dibeberkan Arta, bahwa kejadian tersebut terjadi di dekat kediamanya di Tebu Beneng saat polisi melakukan upaya penahanan secara paksa karena meresahkan warga.

"Pengamanan itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, ya tadi siang (2/5)," singkatnya.

Diurainya bahwa sebelumnya pria pelontos ini dilaporkan warga dan desa adat setempat kerap membuat onar. Selain sering makan di restoran tidak bayar dan kerap melakukan tindakan pencabulan terhadap sejumlah wanita di lokasi Berawa Kuta. Tidak hanya gadis, bahkan ibu ibu sudah berumur pun kerap digoda dan sudah sangat meresahkan.

Atas laporan itu, polisi melakukan pengamanan. Namun upaya itu selalu gagal. Hingga puncaknya pada Senin 2 Mei tadi polisi mendatangi kediaman Amukrane untuk melakukan upaya paksa.

Selain Kapolsek, hadir juga di sana Kaur Bin Plin Kompol I Gede Mustika, Kabid Penindakan Imigrasi Bandara Ngurah Rai M. Soleh, Brimob kompi II Batalion B Polda Bali dipimpin Aiptu I Made Cakra, Dalmas Polda Bali dipimpin Iptu Ishak Koko Hosio serta anggota Polsek Kuta Utara.

Sempat dilakukan negosiasi antara petugas dipimpin Kapolsek dengan translater FILLIP, namun Amokrane tetap melawan dengan membawa pisau belati menantang petugas untuk berkelahi dan minta ditembak. Tidak hanya menantang, Amukrane juga melontarkan kata-kata hinaan kepada polisi dan presiden Jokowi.

Karena melawan, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tembakan peringatan ini membuat Amukrane semakin menjadi-jadi. Pria gundul tersebut malah mengejar petugas menggunakan belati. Salah satu petugas menjadi korban.

Akibat aksinya polisi langsung menembak Amukrane hingga terhempas dan mengembuskan napas terakhir. Sementara petugas yang terkena sabetan akhirnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bali Med. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini