Ini kondisi sel Ba'asyir di Gunung Sindur, ada musala & meja ngeteh

Kamis, 21 April 2016 11:44 Reporter : Rizky Andwika
Ini kondisi sel Ba'asyir di Gunung Sindur, ada musala & meja ngeteh Gambaran sel Ba'asyir di Gunung Sindur. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir telah dipindahkan ke sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/4) lalu. Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menegaskan Abu Bakar Ba'asyir kondisi tahanan Baasyir sangat manusiawi.

Melalui slideshow di kantornya, Luhut menjelaskan, keadaan sel Ba'asyir yang dirangkum dari hasil jepretan foto. Dalam potret yang diambil terlihat ada musala khusus untuk Ba'asyir menjalankan ibadah maupun fasilitas lainnya.

"Ini tempat dia. Jadi kalau dibilang tak ada tempat ibadah, bohong. Ada tempat mandi, ada shower, ada meja buat minum teh. Jangan ada twist kalau kita larang dia tak lakukan ibadah," kata Luhut saat Coffee Morning dengan media di Kantornya, Kamis (21/4).

Gambaran sel Ba'asyir di Gunung Sindur 2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Maka dari itu, Luhut menegaskan walaupun Ba'asyir merupakan terpidana terorisme, pihak LP Gunung Sindur tak memperlakukannya dengan semena-mena. Luhut hanya menjelaskan bahwa Ba'asyir tak diperbolehkan bercengkerama dengan tahanan lainnya. Sebab, ditakutkan akan menyebarkan paham radikalisme ke tahanan lain melalui tausiah.

"Kita menegakkan aturan penjara yang ada. Tidak ada sama sekali apalagi dilarang salat. Dia hanya dilarang tausiah karena bisa ada radikalisasi," ujarnya.

Gambaran sel Ba'asyir di Gunung Sindur 2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Diketahui, Ba'asyir dijatuhkan vonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di tingkat banding, hukuman Ba'asyir dikurangi menjadi 9 tahun, namun di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 332/Pid/2011 PT DKI pada bulan Oktober 2011. Sehingga vonis Ba'asyir kembali menjadi lima belas tahun penjara sesuai vonis yang diberikan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ba'asyir dinyatakan bersalah akibat perbuatannya memberikan dana sebesar Rp 350 juta untuk keperluan latihan militer teroris di Aceh. Kini Ba'asyir mendekam di LP Nusakambangan setelah sebelumnya menghuni LP Batu pada 6 Oktober 2012. Pengacara keberatan dan mengajukan peninjauan kembali (PK). [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini