Ini kemampuan 3 pasukan elite TNI buat bebaskan sandera di Filipina

Rabu, 30 Maret 2016 07:02 Reporter : Yulistyo Pratomo
pasukan khusus Indonesia. reuters/merdeka.com
3. Pasukan khusus gabungan

Merdeka.com - Pasukan ini dibentuk atas ide mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. Tujuannya adalah untuk menyatukan operasi-operasi khusus di bawah satu komando, yakni Mabes TNI.

Pasukan ini merupakan gabungan dari prajurit terbaik di setiap pasukan elite TNI, mulai dari Kopassus, Denjaka, maupun DenBravo. Di mana masing-masing pasukan tersebut memiliki spesialiasi masing-masing dalam menguasai medan pertempuran.

"Pasukan ini berjumlah 90 prajurit dan berasal dari tiga pasukan khusus, yakni Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka Marinir TNI AL, dan DenBravo Kopaskhas TNI AU," kata Moeldoko, saat meresmikan Koopgabsus di Jakarta, Selasa (9/6/2015) lalu.

Pembentukan pasukan elite gabungan ini adalah untuk menghadapi dan menangani ancaman teror di Indonesia. Di mana TNI bisa melibatkan diri dalam menghadapi teroris berdampingan dengan Polri dan selalu siap jika mendapatkan perintah dari presiden.

Jika masuk menjadi pasukan elite di masing-masing angkatan sudah cukup sulit, menjadi bagian dari pasukan ini juga lebih sulit lagi. Alhasil, mereka yang bergabung di dalamnya memang orang terpilih dan terlatih.

"Jangan macam-macam," tegas Moeldoko.

Baca juga:
Panglima TNI soal pembebasan 10 WNI: Itu urusan saya!
Rekam jejak Abu Sayyaf, kelompok teroris sandera 10 WNI
Tarakan jadi pangkalan operasi pembebasan WNI disandera Abu Sayyaf
Nakhoda kapal Brahma 12 dikenal periang
Firasat keluarga nakhoda kapal Brahma 12 sebelum dibajak Abu Sayyaf
Keluarga nakhoda keluhkan minimnya informasi kapal Brahma kena bajak
Seorang ABK asal Padang diduga korban sandera kelompok Abu Sayyaf

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.